Pilkada Jawa Barat

2 Kepala Desa Menuntutnya Minta Maaf, Kang Emil: Berbohong Bisa Pidana Hukum

Dia mengaku hanya datang menjenguk anak berusia 18 tahun bernama Hasanudin yang beratnya kurang dari 20 kilogram.

(KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI)
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui dalam acara Bandung Menjawab, Selasa (19/9/2017) 

TRIBUNKALTIM.CO - Calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim tidak pernah menyebut Hasanudin, pasien penderita gizi buruk yang dijenguknya merupakan warga Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

"Saya enggak nyebut warganya, sok tanyain. Saya cuman bilang di Purwakarta masih ditemukan warga yang gizinya buruk. Ini klarifikasi saya," ujar pria yang kerap disapa Emil ini di sela Posko Relawan Rindu di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Sabtu (12/5/2018).

Emil mengaku tak menyebut nama desa.

"Saya tidak menyebut nama desa, saya hanya datang melihat ada anak namanya Hasanudin, warga Purwakarta gak tahu dari desa mana. Beratnya kurang dari 20 kilo, usianya 18 (tahun)," katanya.

Baca juga:

MUI Samarinda Tegaskan Transaksi Penukaran Uang di Tepi Jalan Hukumnya Haram

Jadi Pemberitaan Media Internasional, Jokowi Disebut Butuh Uang dari Tiongkok untuk Menangkan Suara

Pawai 1.000 Obor Sambut Ramadhan; Jaga Tradisi Leluhur, Bawa Pesan Perdamaian

Amankan 1 Poin di Laga Krusial, Klub Egy Maulana Vikri Lolos dari Jerat Degradasi

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul
Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul (Instagram)

Dia juga meminta kepala desa untuk berhati-hati.

Sebab, menurut Emil, cepat atau lambat kebohongan akan terungkap.

"Dan hati-hati, bilang kepada kepala desa, bila nanti saatnya tiba ada penyelidikan, kepala desanya berbohong bisa pidana hukum. Karena menyembunyikan data dan fakta," ujar Emil.

Sebelumnya, dua kepala desa di Purwakarta menuntut Ridwan Kamil minta maaf terkait pernyataan bahwa di desanya terdapat penderita gizi buruk setelah Wali Kota non-aktif Bandung itu mengunjungi Hasanudin, remaja 18 tahun yang beratnya kurang dari 20 kilo di desa tersebut.

Kepala desa tersebut membantah bahwa ada penderita busung lapar di wilayahnya.

Ridwan Kamil Jenguk Hasanudin

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengunjungi Hasanudin, remaja penderita gizi buruk dan busung lapar di Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).

Pria yang akrab disapa Emil ini datang dengan membawa serta tenaga medis.

Setelah melihat langsung kondisi Hasanudin yang lemah dan tidak sesuai dengan kondisi remaja seusianya, Emil mengaku sangat prihatin.

“Melihat kondisi seperti ini saya sangat sedih. Ternyata di Jawa Barat masih ada yang busung lapar. Untuk anak seusianya beratnya seharusnya 50 kilogram, tapi sekarang cuma 20 kilogram. Artinya seumur hidupnya tidak terperhatikan,” kata Emil seusai kunjungan, Jumat siang.

Emil mengaku memiliki solusi untuk menangani gizi buruk.

Menurut dia, solusi tersebut sudah berhasil menuntaskan masalah gizi buruk dalam kepemimpinannya di Kota Bandung.

“Kalau di Bandung kita ada program ojek makanan balita (Omaba). Jadi negara menyiapkan makanan bergizi kemudian dikirim lewat motor ke rumah warga yang mengalami gizi buruk dua kali sehari. Saya pastikan ini akan jadi solusi di Jawa Barat,” ujarnya.

Solusi lainnya, lanjut Emil, adalah memberikan pelatihan kepada kepala desa atau lurah, untuk melakukan pelaporan dan pendataan kesehatan masyarakat secara online.

Dengan sistem tersebut, Emil memastikan pertolongan pemerintah kepada masyarakat bisa cepat.

“Jadi teknoligi dipakai untuk memonitoring kesehatan warga. ini sudah dibuktikan di Bandung dan tidak ada lagi anak busung lapar,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja bernama Hasanudin, warga Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menderita busung lapar akibat gizi buruk dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.

Hasanudin sebenarnya sudah berusia 18 tahun.

Namun, lantaran menderita busung lapar, tubuhnya terlihat seperti anak kecil berusia 10 tahun.

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengunjungi Hasanudin, remaja penderita gizi buruk dan busung lapar di Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018).
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengunjungi Hasanudin, remaja penderita gizi buruk dan busung lapar di Desa Cadasmekar, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018). (KOMPAS.com/Putra Prima Perdana)

Meski mampu berdiri dan berjalan, tubuh Hasanudin tampak sangat rapuh dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran.

Hasanudin sebenarnya bukan orang desa Cadasmekar, selama ini dia tinggal bersama ibunya yang bernama Emah dan ayahnya yang bernama Ujib di kampung Nagrag, Desa Sukasari, salah satu desa terpencil di Kabupaten Purwakarta.

“Saya sudah enggak sekolah, cuma sampai kelas 6 SD. Kalau bapak nelayan ikan di waduk Jatiluhur. Ibu di rumah saja,” kata Hasanudin saat ditemui langsung di rumahnya, Jumat (11/5/2018).

Ditanya soal asupan makanan sehari-hari, Hasanudin mengakui jika dirinya memang kurang memakan daging-dagingan. Setiap harinya, Hasanudin hanya memakan ikan-ikan hasil tangkapan ayahnya.

“Enggak pernah (makan daging) seringnya ikan,” ujarnya, singkat.

Sementara itu, Bayu Suryana (26), paman dari Hasanudin mengatakan, kondisi gizi buruk dan busung lapar yang diderita keponakannya baru diketahui sejak tiga tahun lalu.

Hasanudin baru satu pekan ini berada di rumah Bayu di desa Cadasmekar, dengan harapan untuk mempermudah akses pengobatan di pusat kabupaten Purwakarta.

“Sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah. Saya bawa kesini biar bisa berobat. Soalnya kalau dari Sukasari harus nyebrang pakai perahu satu jam, kemudian ke pusat kota Purwakarta satu jam lagi perjalanan,” ucapnya.

Bayu mengatakan, Hasanudin berasal dari keluarga yang terbilang miskin di Kampung Nagrak.

Karena kondisi kemiskinan tersebut, lanjutnya, asupan gizi yang diterima Hasanudin terbilang sangat kurang sejak kecil.

“Memang karena faktor ekonomi keluarga selama ini. Keluarga sih berharap ada penanganan untuk Hasanudin. Kasihan melihatnya kalau seperti ini terus,” tandasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul 2 Kepala Desa di Purwakarta Menuntutnya Minta Maaf, Ridwan Kamil: Berbohong Bisa Pidana Hukum

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved