Usai Lebaran, Warga Samarinda Dilarang Makamkan Anggota Keluarga di Kuburan Muslimin Ini

warga dilarang memakamkan anggota keluarganya di salah kuburan tertua di Samarinda tersebut.

Usai Lebaran, Warga Samarinda Dilarang Makamkan Anggota Keluarga di Kuburan Muslimin Ini
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Suasama kuburan Muslimin yang ada di Jalan Abul Hasan, Kota Samarinda, baru-baru ini. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Acara seremonial penutupan Kuburan Muslimin di Jalan Abul Hasan, akan dilakukan usai Lebaran tahun 2018 ini.

Setelah ditutup, warga dilarang memakamkan anggota keluarganya di salah kuburan tertua di Samarinda tersebut.

Sebagai gantinya, Pemprov Kaltim telah membangun sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru. 

Baca: BKN Rekomendasi Pemecatan Delapan PNS Kasus Korupsi, Bupati Kutim Minta Kaji Ulang

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, Jumat (18/5/2018), TPU baru yang dibangun oleh Pemprov Kaltim berlokasi di Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara. Luas lahan yang disediakan mencapai 14 hektare dan konsep pengelolaan pemakaman yang cukup modren, mirip TPU Tanah Kusir di Jakarta Selatan.

Dan bagi warga yang ingin memakamkan anggota keluarga di TPU tersebut tidak akan dikenakan biaya apapun. 

"Penutupan Kuburan Muslimin secara resmi kita gelar setelah Lebaran. Jadi ada seremonialnya juga ada. Rencananya yang memimpin penutupan nanti langsung Pak Gubernur," ujar Erminawaty, Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda.

Baca: 2 Nama Mencuat Jadi Wawali Samarinda Pengganti Almarhum Nusyirwan Ismail

Dalam rapat baru-baru ini, kata Erminawaty, Gubernur Kaltim Awang Faroek juga menegaskan agar Kuburan Muslimin ini segera ditutup. 

"Kemarin itu, Pak Gubernur juga sudah mengatakan, sudah ya, Pak Nusyirwan (almarhum Nusyirwan Ismail, Wakil Walikota Samarinda) yang terakhir. Jangan ada lagi yang lain," ujarnya menirukan perkataan Gubernur. 

Selain Kuburan Muslimin, Erminawaty mengakui masih ada beberapa TPU lain di Kota Samarinda yang sudah sangat over kapasitas dan layak untuk ditutup.

Namun sayangnya, kata Erminawaty, bidang yang dipimpinnya ini tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, semua usulan terkait pembenahan pemakaman selalu dihapus dalam pembahasan anggaran setiap tahunnya.

Baca: Gara-Gara Ini Seorang Pekerja Segel Gedung Praktik SMKN 2 Tarakan

"Saya juga nggak tahu kenapa. Sering kita usulkan untuk pemakaman. Tapi selalu dihapus," ujarnya.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help