Pilpres 2019
Gubernur Awang Faroek Tolak #2019GantiPresiden, Ini Alasannya
Dia meminta agar seluruh umat Buddha yang memiliki ponsel, tidak langsung membagi berita atau pesan-pesan yang diterima ke orang lain.
Penulis: Doan E Pardede |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku menolak tagar #2019GantiPresiden dan mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali menjadi Presiden Indonesia periode 2019 - 2024.
Hal ini disampaikan Awang Faroek dalam sambutannya di acara Dharmasanti Waisak 2562 BE /2018 M di Ballroom Maha Vihara Sejahtera Maitreya atau Buddhist Centre Kaltim, Jalan DI Panjaitan, Minggu (10/6/2018).
Awalnya, Awang menyinggung seputar pentingnya mengindari berita dan pesan-pesan hoax.
Dia meminta agar seluruh umat Buddha yang memiliki ponsel, tidak langsung membagi berita atau pesan-pesan yang diterima ke orang lain.
Baca: Hadiri Perayaan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Inilah Penampilan Anggun Kate Middleton dan Meghan
Berita atau pesan tersebut harus terlebih dahulu disaring. Jika memang tidak sesuai dengan ajaran Buddha dan berpotensi mengganggu kondusifitas, sebaiknya tidak dibagikan atau langsung dihapus.
Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, juga menurutnya ada banyak berita atau pesan yang beredar di masyarakat.
Termasuk tagar #201GantiPresiden, yang menginginkan agar Presiden RI 2019 - 2024 tidak lagi dijabat Jokowi.
Secara pribadi, Awang mengaku tak sepakat jika Presiden Jokowi diganti.
Baca: Sukses, Populer, dan Kaya Raya! Mengapa Anthony Bourdain dan Kate Spades Nekat Mengakhiri Hidupnya?
Menurut Awang, masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan Presiden Jokowi, khususnya dalam rangka mengentaskan kemiskinan, menambah lapangan kerja dan lainnya.
Apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi di masa kepemimpinannya menurutnya sudah cukup baik, sehingga perlu dilanjutkan 5 tahun ke depan.
Baca: Libur Lebaran Nggak Mudik? Ini 8 Film yang Tayang di Bioskop, Jangan Ketinggalan Ya!
"Pak Jokowi harus diberi kesempatan 10 tahun memimpin republik ini. Pekerjaan beliau masih banyak . Masih banyak rakyat yang menganggur, masih banyak rakyat yang belum menikmati kesejahteraan," ujar Awang. (*)