Trauma Merasa Dibohongi Amien Rais, Yusril: Ucapan Pemimpin Itu Tak Boleh Mencla-mencle

Yusril bercerita pengalaman masa lalunya,ketika Amien Rais menjabat Ketua MPR dan Yusril mencalonkan diri sebagai Capres lewat pemilihan anggota MPR.

Trauma Merasa Dibohongi Amien Rais, Yusril: Ucapan Pemimpin Itu Tak Boleh Mencla-mencle
Kolase
Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Di tengah ramai pemberitaan rencana pencapresan Amien Rais di 2019 oleh parati Amanat Nasional (PAN), Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yuszril Ihza Mahendra tiba-tiba melakukan kulkwit yang tak kalah hebohnya.

Di akun twitternya, Yusril kemudian bercerita pengalaman masa lalunya, tepatnya tahun 1999, ketika Amien Rais menjabat Ketua MPR dan Yusril mencalonkan diri sebagai Capres lewat pemilihan anggota MPR.

Ia membahas soal ucapan seorang pemimpin yang tidak boleh plintat plintut dalam berbicara.

Seorang pemimpin juga harus bericara jujur, tidak mencla mencle, dan tidak boleh munafiqun.

Yusril mengutip pepatah Jawa yang mengibaratkan ucapan seorang pemimpin sebagai “sabdo pandito ratu”.

"Artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana) dan seorang ratu (raja)," tulis Yusril di akun twitternya Senin (11/6/2018) sekitar 2 jam lalu.

Yusril melanjutkan, "Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe” artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya."

Setidaknya ada 9 kultwit Yusril pagi ini.

Kultwit nomor 1 sampai 5, dia hanya mengupas makna sabdo pandito ratu dan makna ucapan seorang pemimpin.

Tetapi, pada kultwit keenam, Yusril langsung mengaitkan ucapannya itu dengan perilaku Ketua MPR 1999-2004 Amien Rais.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help