Awal Masuk Kerja, Sebanyak 2 Persen ASN Pemkot Balikpapan Ajukan Izin
Dirinya ungkapkan, tingkat kehadiran di awal masuk kerja hanya 2 persen saja yang mengaku izin.
Penulis: Budi Susilo |
Laporan Wartawan Tribunkaltim Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Idul Fitri telah berlalu.
Libur lebaran telah usai, kini Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan mulai kembali bekerja setelah menikmati libur lebaran yang dianggap cukup panjang.
Tingkat kehadiran di awal masuk kerja sebanyak 2 persen pagawai izin.
Hal ini diungkapkan, Dyah Muryani, Asisten II Pemkot Balikpapan, kepada Tribunkaltim di berada kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Jl Jenderal Sudirman pada Kamis (21/6/2018) siang.
Dirinya ungkapkan, tingkat kehadiran di awal masuk kerja hanya 2 persen saja yang mengaku izin dari total sekitar 300 orang ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Baca: Dipasarkan di Indonesia Juli Mendatang, 8 Hal Ini Perlu Kamu Ketahui sebelum Beli Oppo Find X
"Angka 2 persen yang izin di hari pertama kerja bukan karena sakit atau membolos kerja namun izin ini karena alasan tugas keluar daerah," ungkapnya usai membuka acara Halal Bi Halal di Dinas Kesehatan Balikpapan.
Dyah menjelaskan, beberapa ASN izin tugas ke luar daerah mendampingi Plt Walikota Balikpapan ke Kota Samarinda untuk membicarakan terkait dengan persiapan Pilgub Kaltim.
Plt Walikota, Rahmad Mas'ud bersama stafnya pergi bertugas ke Samarinda, kapasitasnya sebagai kepala daerah yang diajak untuk membahas tentang Desk Pilkada Kaltim.
Menurut pantauan Dyah, sejauh ini tidak ada pegawai yang melakukan pelanggaran seperti membolos kerja karena sekarang sistem kehadiran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan sudah menggunakan sistem komputerisasi berbasis digital, menggunakan daftar hadir sidik jari.
Baca: Setiap Hari Disdukcapil Tarakan Layani 500 Hingga 700 Warga yang Urus E-KTP
"Setiap pegawai yang tidak hadir dipastikan akan ketahuan dari sistem komputer," tuturnya.
Pengamatannya sejak pagi tadi, bahwa dinyatakan semua pegawai telah patuh dan taat masuk kerja sesuai jadwal.
"Yang izin sakit tidak ada. Alhamdulillah semuanya sehat tidak sampai ada yang dirawat di rumah sakit habis lebaran. Daftar hadirnya saya nilai bagus," ujarnya.
Baca: Hari Pertama Masuk Kerja, Plt Walikota Tarakan Sidak Kantor Disdukcapil
Apalagi, tutur Dyah, jikalau ada pegawai yang sengaja izin tak kerja tanpa alasan jelas akan rugi sendiri seperti mendapat penilaian yang buruk beresiko penundaan pangkat atau potongan tunjangan.
"Syukur tidak ada yang bolos mau nambah libur. Semua hadir kerja," ungkap perempuan berjilbab ini. (*)