Berita Mahulu Terkini

Program UKS SMAN 1 Long Bagun Mahulu, Tiap Siswa Diberi Bagi Tablet Tambah Darah

SMAN 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur memiliki program rutin Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang terus berjalan setiap minggu

Penulis: Desy Filana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA
BAGI OBAT - UKS SMAN 1 Long Bagun, Mahakam Ulu, Kaltim rutin melaksanakan program pembagian obat tambah darah minimal sepekan sekali,Jumat (29/8/2025). Hal ini dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan siswi yang biasa dilaksanakan pada hari Jumat, hal ini dijelaskan oleh Citra Pembina UKS SMAN 1 Long Bagun (TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 

TRIBUNKALTIM.CO,UJOH BILANG - SMAN 1 Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur memiliki program rutin Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang terus berjalan setiap minggu. 

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian utama adalah pembagian tablet tambah darah gratis untuk siswi, hasil kerja sama dengan puskesmas. 

Kegiatan pembagian obat tambah darah ini rutin dilaksanakan di SMAN Long Bagun.

Menurut pembina UKS, Citra, kegiatan ini sudah menjadi program wajib yang dilakukan minimal sekali dalam sepekan, biasanya pada hari Jumat.

Selain itu, UKS juga melibatkan para siswa sebagai relawan aktif. 

Baca juga: Mediasi Warga Long Hubung dengan Perusahaan di Mahulu Sempat Memanas, Asisten I: Ini Mencari Solusi

“Selain bertugas membantu siswa siswi yang bermasalah dalam kesehatan mereka juga ikut berpartisipasi membagi tablet tambah darah,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyadari dampak kekurangan darah bagi perempuan sejak dini.

Saat ini, jumlah anggota UKS mencapai sekitar 20 orang, dengan tambahan rekrutmen baru yang menyeleksi dari 40 pendaftar. 

Tidak seluruhnya diterima, sehingga anggota yang lulus seleksi ialah setengah dari pendaftar hal ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi l.

Baca juga: Sungai Mahakam Masih Jadi Nadi Transportasi Warga Kutai Barat dan Mahulu

“Kalau anggotanya terlalu banyak justru sulit diarahkan, makanya kita batasi,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved