Pilgub Kaltim 2018

Saling Lempar Pernyataan Antar Gubernur dan Cagub, Ini yang Dibilang Pengamat

Termasuk pula untuk hasil dari pemanggilan Bawaslu terhadap Awang Faroek yang tak membawa bukti apapun terkecuali keterangan.

Saling Lempar Pernyataan Antar Gubernur dan Cagub, Ini yang Dibilang Pengamat
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Herdiansyah Hamzah, Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Mulawarman, Samarinda. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan saling lempar pernyataan antara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Cagub Kaltim Isran Noor ikut dikomentari Akademisi sekaligus Pengamat Hukum Politik Unmul, Herdiansyah Hamzah, Jumat (6/7/2018).

Termasuk pula untuk hasil dari pemanggilan Bawaslu terhadap Awang Faroek yang tak membawa bukti apapun terkecuali keterangan.

"Datang, tapi tak bawa bukti juga, buat apa? Yang dibutuhkan itu bukti yang memperkuat pernyataan- pernyataan. Setidaknya Gubernur menyampaikan darimana sumber informasi diperoleh dan bukti apa yang menguatkannya.  Ekspektasi publik itu, dia tidak hanya sekadar datang memenuhi panggilan bawaslu. Tetapi menyampaikan bukti apa yang dimiliki yang menguatkan dugaan-dugaannya. Kalau cuma datang tanpa didukung bukti konkret, sama saja dengan menepuk angin," ucap Herdiansyah Hamzah yang juga kerap disapa Castro melalui pesan WhatsApp kepada Tribun.

Baca: 13 Juli, Masjid Muhammad Cheng Ho di Lamaru Sudah Bisa Dipakai

Hal-hal yang terjadi ini, juga sekaligus menjadi pelajaran bagi pejabat publik ke depan.

"Ini pelajaran penting. Kedepan, setiap pernyataan yang diutarakan dihadapan publik, mesti diverifikasi kebenarannya terlebih dahulu," ucapnya.

Ia pun setuju perihal adanya agenda pertemuan yang harus dilakukan keduanya, usai ramainya pemberitaan di media usai kegiatan Focus Group Discussion Pemprov Kaltim tersebut.

"Harus. Isran juga mesti menahan diri untuk tidak melontarkan pernyataan - pernyataan yang bisa memancing reaksi dan resistensi gubernur. Semisal soal RS Islam dan Kinibalu. Jelas gubernur bereaksi. Sabar sedikitlah sampai dilantik, baru tancap gas," ucapnya.

Baca: Gurihnya Paha Domba dengan Pilihan 8 Macam Saus

Pertemuan dua tokoh tersebut, dianalisa Castro juga untuk kebaikan pemerintahan ke depan.

"Ada 2 pekerjaan yang harus dilakukan Isran. Satu, membuat tim transisi yang akan menjembatani komunikasi antara dia dengan Gubernur dalam hal sinkronisasi pekerjaan diawal kepemimpinannya nanti. Kedua, membangun komunikasi secara masif baik dengan ketiga paslon maupun dengan Gubernur," ucapnya.

Dijelaskan Catro lagi, Isran mesti berbesar hati melacak apa warisan yang baik yang ditinggalkan Awang Faroek Ishak.

"Pun sebaliknya, jika Isran ke depan mengubah kebijakannya karena dianggap tidak pro ke masyarakat, harus legowo juga. Harus ada sinkronisasi antara periode sebelumnya dan yang akan menjabat. Track-nya memang ada di RPJPD dan RPJMD, tetap mesti ada kesepahaman diantara keduanya," ucapnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help