Begini Pandangan Rektor Unmul Terkait Masuknya Ormas Dalam Rapat Senat Tertutup

Kendati dalam tekanan, Senat Unmul tetap melanjutkan proses pemilihan Calon Rektor, sesuai mekanisme.

Begini Pandangan Rektor Unmul Terkait Masuknya Ormas Dalam Rapat Senat Tertutup
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
Perwakilan Senat Unmul kembali menemui kelompok masyarakat yang menuntut diakomodirnya putra daerah sebagai calon rektor 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masuknya organisasi masyarakat (ormas) ke dalam proses pemilihan Calon Rektor Universitas Mulawarman disesalkan para calon rektor terpilih.

Prof Masjaya misalnya, mengaku turut menyesalkan kejadian tersebut. Menurut Masjaya, kejadian tersebut sama sekali tak terduga.

"Ya kita menyesalkan masuknya ormas tersebut. Ini di luar dugaan kita. Karena Rapat Senat Penyampaian Visi Misi itu kan terbuka," kata Masjaya.

Meski demikian, sebagai Rektor Unmul, Masjaya belum mengambil sikap atas kejadian tersebut.

Apakah akan ada sanksi kepada pembawa ormas tersebut, menurut Masjaya merupakan kewenangan Wakil Rektor (WR) II.

"Sanksi bukan di senat. Tapi di WR II," ucapnya.

Terkait apakah aksi membawa ormas ke dalam kampus merupakan pelanggaran, Masjaya enggan menyimpulkan.

"Anda bisa lihat sendiri. Itu pelanggaran apa tidak. Silakan bahasakan sendiri," tegasnya.

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help