Pagi Ini Jenazah Korban 'Palu Maut' di Samarinda Bakal Diterbangkan Ke Tarakan

diduga idap gangguan jiwa, pria bernama Saripuddin (52) ngamuk di jalan Pelita, Kecamatan Sei Pinang, Samarinda, sekitar pukul 15.20 Wita,

Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Istri, serta keluarga dan kerabat korban berada mendampingi jenazah di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Senin (16/7/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suasana haru semakin terasa ketika Ema Harifa, istri korban palu maut tiba di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, sekitar pukul 23.00 Wita, Senin (16/7) malam kemarin.

Guna melihat jasad suaminya itu, ibu tiga anak tersebut harus menempuh perjalanan jauh, pasalnya saat kejadian, Ema sedang dinas luar kota di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sesampainya di ruang jenazah, Ema tidak langsung menuju ruangan keberadaan jenazah suaminya, namun terlebih dahulu ditenangkan keluarga, maupun kerabatnya.

Baca: Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Dana CSR Bisa buat Bangun

Ema terlihat tampak tegar, tangis histeris tak terdengar dari wanita berkerudung tersebut. Saat berada di depan jenazah, Ema mengucap do'a, lalu pelukan terakhir ia berikan kepada suaminya tersebut.

"Sudah tutup (kafan diwajah), saya ikhlaskan," ucap Ema dihadapan jenazah, Senin (16/7/2018).

Tak kuat menahan sedih, Ema pun terkulai lemas, yang membuatnya harus digendong oleh kerabat yang ada didekatnya.

Dan, pagi ini (17/7) jenazah diberangkatkan dari Samarinda menuju Balikpapan, yang selanjutnya diterbangkan menuju Tarakan, Kalimantan Utara, guna dimakamkan di tanah kelahirannya, yakni di Tarakan.

"Jadi, setelah shalat subuh, rombongan bersama jenazah menuju Balikpapan, untuk selanjutnya ke Tarakan, jenazah diamakamkan disana," ucap salah satu keluarga korban, Ridho Fahrozi.

Baca: Gantikan Emil Dardak, Beginilah Sosok Mas Ipin Bupati Trenggalek Berusia 28 Tahun

Lanjut dia menjelaskan, dengan ada kejadian itu, dapat menjadi perhatian pemerintah kota Samarinda, guna menertibkan orang gangguan jiwa yang berkeliaran di jalananan, kendati pelaku pemukulan belum dapat dipastikan apakah alami gangguan jiwa atau tidak.

"Walaupun belum dapat dipastikan, namun dari kejadian ini bisa jadi perhatian pemerintah untuk tidak membiarkan orang dengan gangguan jiwa berkeliaran," ungkapnya.

Tak lupa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada warga, terutama kepolisian yang telah mengamankankan pelaku, serta membantu korban dievakusi ke rumah sakit.

Baca: Ini Sosok Regina Poetiray, Vokalis Baru Geisha Pengganti Momo

Diberitakan sebelumnya, diduga idap gangguan jiwa, pria bernama Saripuddin (52) ngamuk di jalan Pelita, Kecamatan Sei Pinang, Samarinda, sekitar pukul 15.20 Wita, Senin (16/7/2018).

Kejadian itu pun membuat warga sekitar, termasuk pengguna jalan geger, pasalnya pria tersebut memukuli setiap pengendara yang melintas di jalan itu dengan menggunakan palu.

Naas, seorang korban bernama Muhammad Riharja (38), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan III B di Disnakertrans Kaltim, bidang Pengembangan Tenaga Kerja,  tewas akibat amukan pria tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved