14 Tahun Sakit tak Sembuh, Pria Warga Batang Ini Ajukan Permohonan Suntik Mati

Sudah 14 tahun sakit tidak sembuh, Afandi mengajukan permohonan ke kejaksaan agar bisa melakukan suntik mati.

14 Tahun Sakit tak Sembuh, Pria Warga Batang Ini Ajukan Permohonan Suntik Mati
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sudah 14 tahun, Afandi,48, warga kabupaten Batang menderita sakit tak sembuh. Dia mengajukan permohonan suntik mati. Tampak Afandi terkulai lemas di ranjangnya, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, BATANG - Seorang pria asal Desa Timbang Rt 5 Rw 2, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang mengajukan permohonan diri suntik mati (euthanasia) karena tak tahan dengan penyakit yang ia derita selama 14 tahun.

Pria 48 tahun itu bernama Afandi, ayah dari dua anak bernama Khamilatun (21) dan Imam Muhklis (15) yang telah mengajukan permohonan suntik mati ke Kejaksaan Negeri Batang dan Jateng tahun lalu.

Beratnya beban membiayai keluarga dan sakit yang ia derita belasan tahun, membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Afandi menerangkan, ia telah mengajukan permohonan tersebut pada 2017 lalu karena tak kuat menerima beratnya cobaan hidup.

Afandi, 48,  pria warga kabupaten Batang Jawa Tengah ini mengajukan permohonan suntik mati. Dia sudah 14 tahunn sakit kini tergulai lemas di ranjangnya, Jumat (14/9/2018).
Afandi, 48, pria warga kabupaten Batang Jawa Tengah ini mengajukan permohonan suntik mati. Dia sudah 14 tahunn sakit kini terkulai lemas di ranjangnya, Jumat (14/9/2018). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Baca: Proses Suntik Mati Profesor Tertua di Dunia Diiringi Musik, Ini Musiknya

Baca: Sudan Telah Disuntik Mati, Spesies Badak Putih Utara Punah Selamanya?

Baca: Gigit Majikan, Anjing Ini akan Disuntik Mati, tapi Kejadian Selanjutnya Mengharukan

"Mau bagaimana lagi, saya sudah berobat ke berbagai tempat namun tidak kunjung sembuh. Sementara biaya untuk mencukupi keluarga harus dibantu tetangga dan sanak saudara," jelasnya sembari terbaring lemas di ranjangnya, Jumat (14/9/2018).

Mata pria tersebut terus berkaca-kaca, saat menceritakan kisah hidupnya sebelum ia jatuh sakit dan tak berdaya di dalam kamarnya.

"Dulu saya bekerja sebagai kuli bangunan, namun 14 tahun lalu saya jatuh sakit, saat itu dua anak saya masih kecil. Empat tahun terakhir ini penyakit saya semakin parah, bahkan untuk melihat kondisi anak-anak saja saya tidak sanggup, kalau bunuh diri tidak dilarang agama sudah saya lakukan dari dulu," ujarnya.

Pria 48 tahun itu menerangkan sakit yang ia derita berasal dari perutnya, dan mengakibatkan ia tak mampu bangkit dari ranjang bertahun-tahun.

"Saya tidak tahu sakit apa yang saya derita, rasanya seperti ada durian di dalam perut saya, saat bernafas rasanya sakit sekali," tambahnya.

Baca: Ini Sikap MUI Terkait Permintaan Suntik Mati yang Diajukan Keluarga Pasien yang Lima Tahun Koma

Baca: Lima Tahun Koma, Keluarga Humaida Memohon Fatwa Suntik Mati

Baca: Dibakar Cemburu, Wanita Ini Suntik Mati Pacarnya Saat Tertidur Pulas

Berbagai cara sudah ditempuh keluarga Afandi untuk mengobati penyakit tersebut, bahkan hingga harta benda keluarga Afandi habis pemyakitnya tak kunjung hilang.

"Dari pengobatan herbal, ataupun rumah sakit yang ada di Batang sudah saya coba, namun hasilnya nihil hingga saya putus asa. Dan 2017 lalu saya mengirim permohonan ke Kejaksaan Negeri Batang dan Kejati Jateng terkait permohonan suntik mati, namun sampai saat ini belum ada tanggapan," timpalnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Tahan Sakit Berkepanjangan, Afandi Memohon Agar Disuntik Mati, http://www.tribunnews.com/regional/2018/09/14/tak-tahan-sakit-berkepanjangan-afandi-memohon-agar-disuntik-mati.

Editor: Hendra Gunawan

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help