Di Jalur Sesar Lembang, bila Gempa Ada 10 Kecamatan di Bandung yang Berpotensi Alami Likuefaksi

Selain diintai potensi gempa bumi karena ada Sesar Lembang, 10 kecamatan di Kota Bandung rupanya juga berpotensi mengalami likuefaksi.

Di Jalur Sesar Lembang, bila Gempa Ada 10 Kecamatan di Bandung yang Berpotensi Alami Likuefaksi
pasindo.com
Betapa indah pemandangan malam hari di Gunung Manglayang, Bandung. 

TRIBUNKALTIM.CO, BANDUNG - Selain diintai potensi gempa bumi karena ada Sesar Lembang, 10 kecamatan di Kota Bandung rupanya juga berpotensi mengalami likuefaksi.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubid 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andry Heru Santoso.

Dia mengatakan, hasil itu didapat berdasarkan penelitian antara Pemkot Bandung, ITB, dan United Nation yang dilakukan pada tahun 1990-2000.

Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Sepuluh kecamatan tersebut adalah 

  • * Bandung Kulon
  • * Babakan Ciparay
  • * Bojongloa Kaler
  • * Bojongloa Kidul
  • * Astanaanyar
  • * Regol
  • * Lengkong
  • * BandungKidul
  • * Kiaracondong
  • * Antapani.

Beberapa warga Bandung mengaku baru mendengar mengenai potensi likuifaksi tersebut.

"Kalau mendengar soal gempa sih pernah, karena kan di sini ada Sesar Lembang. Saya dengar atau baca lewat media. Tapi, kalau soal likuefaksi ini baru tahu," ujar Andang Sugiana (25), warga di Jalan Terusan Jakarta, Kiaracondong saat dihubungi Tribun Jabar melalui pesan instan Whasapp, Kamis (11/10/2018).

Susana kota Bandung yang menawan ditlihat dari ketinggian.
Susana kota Bandung yang menawan ditlihat dari ketinggian. (kitajalanjalan2014.blogspot)

Andang mengatakan, jika potensi itu benar, maka simulasi atau sosialisasi dari pemerintah perlu digalakkan.

Selama tinggal di Bandung sejak tahun 2011, dia mengaku belum pernah mengikuti simulasi soal gempa dalam skala besar.

"Ikut simulasi gempa belum pernah. Mudah-mudahan ke depannya makin gencar simulasi dan sosialisasi," katanya.

Hal senada dikatakan warga Bandung lainnya, Yudha Arief (25) dan Rezi N (24).

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved