Kejari Kubar Usut Dana Perusda Witeltram; Mantan Pj Bupati Kembalikan Uang Rp300 Juta

Saat diperiksa jaksa, tersangka membawa uang senilai Rp300 juta dan dikembalikan ke penyidik.

Kejari Kubar Usut Dana Perusda Witeltram; Mantan Pj Bupati Kembalikan Uang Rp300 Juta
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Kepala Kejari Kutai Barat Syarief Sulaiman Nahdi didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Indra Rivani dan penyidik Angga konferensi pers di Gedung Satgassus Kejati Kaltim, di Jalan Bung Tomo, Samarinda, Kamis (8/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kutai Barat mulai memeriksa tersangka R yang diduga menerima aliran dana dari Perusahaan Daerah (Perusda) Witeltram sekitar Rp300 juta.

Saat diperiksa jaksa, tersangka membawa uang senilai 300 juta dan dikembalikan ke penyidik. 

Pantauan Tribun, tersangka R yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Mahakam Ulu diperiksa di Gedung Satgassus Kejati Kaltim. ia didampingi penasihat hukumnya Roy Hendrayanto. 

Ia menjalani pemeriksaan pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Mengenakan topi, ia juga membawa beberapa dokumen rekaman medis dari Rumah Sakit Mitra Keluarga. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Syarief Sulaiman Nahdi, mengatakan, bahwa tersangka R baru pertama diperiksa tahap penyidikan. 

"Dia kooperatif saat kita panggil. Tadi sekaligus mengembalikan uang senilai Rp 300 juta," kata Syarief kepada wartawan, usai mengawasi pemeriksaan tersangka di Gedung Satgassus Kejati Kaltim, di Jalan Bung Tomo, Samarinda, Kamis (8/12/2018).

Saat pemeriksaan, lanjut Syarief, tersangka membawa dokumen rekam medis penyakit jantungnya.

"Tersangka sepertinya sudah pasang alat pacu jantung. Tapi kita juga minta dokter (RS IA Moeis) untuk periksa kesehatan dia juga," ujar Syarief.

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved