Menjabat Anggota Komisi X DPR RI, Zuhdi Yahya Perjuangkan Nasib Guru Honor di Kaltim

Nasib profesi guru-guru yang berstatus honor di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda menjadi perhatian khusus Zuhdi Yahya.

Menjabat Anggota Komisi X DPR RI, Zuhdi Yahya Perjuangkan Nasib Guru Honor di Kaltim
IST
Zuhdi Yahya saat bertemu guru honor di Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Nasib profesi guru-guru yang berstatus honor di Kaltim, khususnya di Kota Samarinda menjadi perhatian khusus Zuhdi Yahya. Alasannya, guru merupakan sosok yang membentuk karakter generasi penerus bangsa Indonesia dimasa depan.

Menurut Zuhdi, peran guru bukan hanya sebagai pengajar dan pendidik. Tetapi, tugas seorang guru menjadi sangat penting untuk masa depan anak didiknya.

"Dia memberikan edukasi semua keilmuan. Seperti pondasi mental untuk anak didiknya. Misalnya, tentang etika, tata krama dan sopan santun. Itu salah satu tugas guru," kata Zuhdi Yahya, caleg DPRD Kaltim dari PDIP Kaltim Dapil Samarinda, Rabu (14/11).

Baca: Bagus: Kebutuhan Dasar Rakyat Harus Diperhatikan

Karena peran dan fungsinya seorang guru itu, Zuhdi yang kini menjabat anggota Komisi X DPR RI Dapil Kaltim, memperjuangkan pengangkatan guru honor melalui regulasi (peraturan) yang sedang digodok di DPR RI.

"Kalau masalah guru itu pengangkatan. Karena lebih banyak usia di atas 35 tahun. Antara guru yang diangkat dan pensiun tidak imbang. Lebih banyak yang pensiun. Kalau di Kaltim tidak ada pengangkatan, akan mengalami kekurangan guru sekitar 30 persen," tutur Zuhdi yang dikenal sebagai dosen sekaligus Ketua KONI Provinsi Kaltim.

Seperti dilansir media di Kaltim, jumlah guru di Kaltim yang statusnya belum diangkat sebagai pegawai negeri sekitar 3543 orang. Untuk wilayah Kota Samarinda informasi yang diberitakan sekitar 808 guru honorer.

Ia menambahkan, figur seorang guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa, sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Karena pengabdian seorang yang berprofesi guru tidak bisa diukur dengan materi.

Baca: Miris Dengar Keluhan Warga, Syafruddin Siap Perjuangkan Air Bersih di Balikpapan

"Ini yang sedang kita perjuangkan dengan merevisi UU Aparatur Sipil Negara. Semoga bisa memecahkan persoalan nasib guru. Karena banyak guru yang belum diangkat, tapi usianya sudah lewat 35 tahun," ungkapnya.

Bahkan Zuhdi sudah melakukan pertemuan perorangan secara langsung dengan guru-guru SD, SMP dan SMA/SMK saat melaksanakan reses, menyerap aspirasi persoalan status guru honorer. Pertemuan tatap muka itu, berlangsung selama tiga hari (5-7/11) di Samarinda. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved