Blangko E-KTP Dijual Bebas di Toko Online dan Pasar Pramuka, Segini Harganya

Direktorat Kependudukan dan Catatan SipilKementerian Dalam Negeri mengungkap kejahatan pidana berupa penjualan blangko KTP elektronik (e-KTP)

Blangko E-KTP Dijual Bebas di Toko Online dan Pasar Pramuka, Segini Harganya
Kompas
Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap kejahatan pidana berupa penjualan blangko KTP elektronik (e-KTP) yang merupakan dokumen negara secara online.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal dari ditemukannya praktik penjualan blangko KTP elektronik melalui media massa pada Senin (3/12) kemarin.

"Tidak sampai dua hari kami bisa segera mengidentifikasi pelaku yang menawarkan serta lokasi dari mana barang tersebut diperoleh, hal itu bisa segera diketahui karena setiap blangko memiliki nomor identitas chip yang membedakannya dengan yang lain," ujar Zudan.

Menurutnya pihak Dukcapil segera bisa mengidentifikasi lalu lintas dokumen negara yang diperjualbelikan secara online itu. Sementara pihaknya berhasil mengidentifikasi terduga pelaku penjual dan penawar blangko KTP elektronik tersebut.

Baca: Proyek Jembatan Pula Balang Terancam Stop, Saran Dewan: Perlu Kerja Ekstra

Zudan mengatakan pihaknya sudah melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya untuk segera memburu terduga pelaku jual beli blangko KTP elektronik tersebut. Zudan menegaskan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 96 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Kami sudah menyerahkan buktinya kepada pihak Polda Metro Jaya berupa nomor ponsel, alamat, dan foto wajah pelaku sesuai penelusuran kami," imbuh Zudan. "Kami juga meminta agar toko-toko online dan pihak yang menawarkan untuk menghentikan praktek ilegal itu karena hukuman yang menunggu akan sangat berat," pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran blangko KTP elektronik tersebut dijual di Tokopedia bahkan di pasar tradisional kawasan Pramuka, Jakarta Timur. Selain itu ada juga dijual di Tokopedia. Terkait hal tersebut, VP of Public Policy and Government Relations Tokopedia, Astri Wahyuni angkat bicara. Menurutnya,

Tokopedia akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia dan atau pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk penjualan blangko KTP elektronik. "Saat ini, produk yang dimaksud sudah dihapus,"ujar Astri.

Baca: Nakhoda Meninggal di Tengah Laut, Dua Nelayan Kebingungan karena Tak Bisa Kemudikan Perahu

Sebagai platform teknologi,lanjut Astri, Tokopedia menciptakan peluang bari para penjual di Indonesia. Marketplace kami bersifat user generated content (UGC), dimana setiap pihak dapat melakukan pengunggahan produk di Tokopedia secara mandiri.

Selain di toko online, blangko e-KTP juga ditemukan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. AN, salah satu penjual mengaku mendapat blangko dari perusahaan percetakan. Ia mengaku, tidak bisa sembarang orang bisa beli di percetakan tersebut, harus dasar saling percaya. "Untuk lokasinya, tidak bisa saya sebutkan, karena ini 'rahasia negara'," ujar AN.

Satu lembar blangko KTP elektronik dipasarkan seharga Rp 150.000 untuk blangko KTP elektronik bekas dan Rp 200.000 untuk blangko KTP elektronik baru. Secara kasat mata, blangko yang dijual AN sangat mirip dengan blangko asli, termasuk hologram di lembar muka blangko.

Baca: Venue Sepatu Roda Porprov Kaltim 2018 Diincar Jadi Lokasi Tanding Level PON, Kutim Siap

AN pun meyakinkan bahwa blangko itu asli dan di dalamnya tertanam chip. AN juga tak ragu menawarkan blangko KTP-el dalam jumlah besar. Dia mengaku siap menyediakan 200-300 lembar jika dibutuhkan. (tribunnews)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved