Bontang Raih Adipura Ke-10, Wapres Jusuf Kalla Serahkan Langsung Piala ke Neni Moerniaeni

Kota Bontang untuk ke-10 kalinya menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Bontang Raih Adipura Ke-10, Wapres Jusuf Kalla Serahkan Langsung Piala ke Neni Moerniaeni
Tribun Kaltim/Andrias Hilbert Lapian
Taman Adipura Balikpapan.Senin (14/1/2019), Kota Bontang untuk ke-10 kalinya menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. 

Bontang Raih Adipura Ke-10, Wapres Jusuf Kalla Serahkan Langsung Piala ke Neni Moerniaeni

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kota Bontang untuk ke-10 kalinya menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Rencananya, penyerahan Piala Adipura bakal diserahkan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla kepada Walikota Bontang, Neni Moerniaeni di Auditorium Dr Soedjarwo, Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Kota Bontang menyabet ajang bergengsi di bidang kebersihan setelah upaya pengelolaan lingkungan dan sampah mendapat poin lebih dari kementerian.

Lagu Menjemput Rejeki Jadi Viral Setelah Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel, Ini Liriknya

Miliki Pekerjaan Sama, Pasangan Ini Pakai Konsep Grabfood dalam Foto Prewedding ? Simak Videonya

“Kita dapat penghargaan karena inovasi pengelolaan sampah di Bontang,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Heru Triatmotjo kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (13/1/2019).

Dijelaskan Heru, idealnya penyerahan Piala Adipura ini dilakukan pada tahun lalu bertepatan dengan hari bumi. Namun, menyusul terbitnya aturan baru dari KLHK yang mewajibkan inovasi pengeloaan sampah daerah.

Maka, penilaian ditunda sampai daerah mampu menyelesaikan tuntutan regulasi tersebut.

Tuntutan regulasi ini ditindaklanjuti Pemkot Bontang dengan menerbitkan Perwali Nomor 22/2018 Tentang Kebijakan Rencana Daerah Dalam Pengelolaan Sampah (Jekrasda).

Salah satu klausul yang diatur di dalam aturan ini, yakni keterlibatan masyarakat setempat untuk menjaga dan memelihara lingkungan bebas sampah.

Video Pemaksaan Makan Layaknya Hewan Beredar dan Viral, Diduga Orientasi Paskibraka

Mantan Pelatih Borneo FC Ditunjuk Jadi Juru Taktik Madura United

Praktik yang dilakukan di lapangan, dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) khusus pengelolaan sampah warga.

Poin ini mendapat yang menjadi kebijakan inovatif Pemkot Bontang, dan mengantarkan sebagai nominasi peraih Piala Adipura.

“Kita sudah menyusun formulasi bahwa sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakam sisa-sisa yang tak lagi memiliki nilai, jadi sebelum dibuang harus dipilah lebih dulu. Hanya residu saja yang tidak bisa diolah, nah ini yang menjadi poin tinggi penilaian Adipura oleh panitia,” kata Heru menjelaskan.

Walikota Neni Moerniaeni mengatakan, komitmen pemerintah untuk menjaga lingkungan tetap bersih namun memperhatikan keberlangsungan hidup mendapat apresiasi dari KLHK.

Pihaknya berkomitmen tetap memelihara dan terus menciptakan inovasi-inovasi dalam pengelolaan sampah.

“Sudah ada larangan penggunaan plastik dan sedotan, saya berharap aturan yang kita buat bisa terlaksana maksimal agar kehidupan masyarakat tetap sehat dan bebas sampah,” ujar dia. (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved