Mahasiswi di Samarinda Jadi Mucikari Prostitusi Online, Pelanggannya Anak-anak Muda

Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Samarinda, ditangkap polisi lantaran diduga menjadi mucikari prostitusi online.

Mahasiswi di Samarinda Jadi Mucikari Prostitusi Online, Pelanggannya Anak-anak Muda
YouTube KOMPAS TV
Mahasiswi di Samarinda ditangkap polisi lantaran menjadi muncikari prostitusi online. Pelaku berinisial GD dan berusia 28 tahun. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Samarinda, ditangkap polisi lantaran diduga menjadi mucikari prostitusi online. Pelaku berinisial GD, berusia 28 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan, modus prostitusi online yang dilakukan GD hanya menggunakan media WhatsApp. Pelaku tidak melayani sembarang orang, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat berkomunikasi via WhatsApp.

"Kita melakukan penyamaran, dan pelaku merespons. Kita bongkar dan hanya melalui WhatsApp," kata Sudarsono, Senin (14/1).

Dari pesanan yang diterima, GD akan mengirimkan gambar saat gadis-gadis berhubungan seks. Pelaku juga memberikan keterangan pola permainan seks para gadis di setiap foto yang dikirim. "Pelaku mengirimkan foto sesuai pesanan," ujarnya.

Baca: Vanessa Angel Mengaku Pasrah Setelah 9 Jam Diperiksa Polisi dan Terancam Jadi Tersangka

Baca: SOA Barang ke Pedalaman, Sekali Terbang Angkut 1,2 Ton Sembako

GD ditangkap di sebuah hotel pada Jumat (11/1) pukul 02.00 dini hari, saat menjalankan bisnisnya. GD diamankan bersama dua korbannya, yakni gadis berinisial RD (23) di hotel yang sama dan GA (22) di hotel berbeda.

Kepada polisi, GD mengaku hanya iseng menjalankan bisnisnya. Dia tidak pernah mematok tarif untuk sekali kencan. Korban yang berhak menentukan tarif sendiri dan langsung bernegosiasi dengan pelanggan.

Saat ini, kepolisian terus mendalami kasus prostitusi online yang pelakunya seorang mahasiswi asal Bontang tersebut. GD merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Samarinda telah menjalankan bisnis esek-esek itu sejak 2017.

Kendati baru menetapkan seorang tersangka, namun tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya dari kasus prostitusi online tersebut.

"Hasil pemeriksaan, sejauh ini hanya dua wanita yang dijual oleh pelaku, dan dari identitas dua wanita yang dijualnya, statusnya juga mahasiswi. Namun, kasus ini masih kita dalami dan tidak menutup kemungkinan ada wanita lainnya yang juga dijual oleh pelaku," jelas Kasubnit 1 Eksus Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Reno Chandra Wibowo kepada Tribun, Senin (14/1).

Baca: Tak Muncul Dalam Daftar Skuat Arsenal Kontra West Ham, Mesut Oezil Bakal Dijual Unai Emery?

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan uang tunai Rp 2 juta dan satu unit telepon selular (ponsel) yang digunakan pelaku untuk transaksi dengan pelanggannya. Tarif yang dipatok oleh wanita yang dijualnya berkisar Rp 1 juta ke atas, dengan keuntungan yang didapatkan GD hanya Rp 200 ribu -Rp 300 ribu.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved