Gakkumdu Balikpapan Gandeng Saksi Ahli Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Ali Mansur

“Apakah ini bisa dinaikan atau tidak ke penuntutan ke pengadilan, kita harus tahu dahulu bagaimana pendapat ahli,” ungkap Topan.

Gakkumdu Balikpapan Gandeng Saksi Ahli Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Ali Mansur
(HO/Wamustofa Hamzah)
Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Balikpapan foto bersama dengan ahli pidana Ivan Zaerani dari Universitas Mulawarman memakai baju batik coklat usai lakukan pertemuan sesi memeriksa ahli, di gedung Kampus Universitas Mulawarman, Kota Samarinda, Rabu (30/1/2019). 

Gakkumdu Balikpapan Gandeng Saksi Ahli Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Ali Mansur 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kasus dugaan pelanggaran pidana pemilihan umum (Pemilu) dalam kampanye politik tahun 2019 yang dilakukan oleh seorang calon legislatif (caleg) Ali Mansur, daerah pemilihan Balikpapan Barat terus berlanjut. 

Sentra Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) tindak pidana Pemilu di Kota Balikpapan telah melakukan pemeriksaan saksi ahli atas dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu tahun 2019 atas nama Ali Mansur, dari Partai Keadilan Sejahtera.   

Saat dikonfirmasi oleh Tribunkaltim.co, Wamustofa Hamzah, Koordinator Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Balikpapan, menjelaskan, proses masih berlanjut sedang tahapan konsultasi kepada ahli pidana. 

“Baru kemarin kami memeriksa ahli pidana di Kampus Universitas Muawarman, di Samarinda,” katanya pada Kamis (31/1/2019) sore.

Soal Baliho Dicabut di Lahan Pertamina, Bawaslu Balikpapan Didatangi Satu Parpol

UPDATE Lowongan Kerja BUMN PT Brabtas Abipraya (Persero) Pendaftaran hingga 14 Februari 2019

Gegara Minta Uang Belanja, Feni Disiram Secangkir Air Keras Oleh Suami

Ahli pidana adalah Wawan Sanjaya SH MH dari Universitas Balikpapan dan melibatkan Ivan Zaerani Lisi SH S Sos M Hum dari perguruan tinggi Universitas Mulawarman. 

Dia menjelaskan, ahli pidana ini memberikan pandangan soal dugaan pelanggaran kampanye dari kacamata hukum pidana. 

“Apakah ini bisa dinaikan atau tidak ke penuntutan ke pengadilan, kita harus tahu dahulu bagaimana pendapat ahli,” ungkap Topan, sapaan akrab dari Wamustofa Hamzah.

Prosedur memang perlu melewati beberapa tahapan, tidak langsung dilaporkan ke Polres Balikpapan langsung masuk ke pengadilan. Semua butuh tahapan melihat sistematika penuntutan. 

“Kami Bawaslu sama Jaksa fungsinya hanya mendampingi, soal gakkumdu di bawah koordinasi polri, Polres Balikpapan,” ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved