Kasus DBD di Kalimantan Utara, 142 Positif dan 3 Meninggal Dunia

Belum ada daerah yang dinaikkan statusnya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD. Semua daerah di Kalimantan Utara berstatus siaga.

Kasus DBD di Kalimantan Utara, 142 Positif dan 3 Meninggal Dunia
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Kadinkes Kaltara Usman bersama Kabid P2P Dinkes Kaltara Agust Suwandy memberikan penjelasan kasus DBD dalam kegiatan 'Respons Kaltara', Kamis (7/2/2019). 

Kasus DBD di Kalimantan Utara, 142 Positif dan 3 Meninggal Dunia

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Berdasarkan catatan terakhir (3/2/2019) Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di provinsi ini mencapai 54 orang penderita, 142 orang positif, dan 3 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara Usman menjelaskan, secara umum wabah DBD di Kalimantan Utara sudah mereda. Beberapa masyarakat yang sebelumnya dirawat di rumah sakit sebagian sudah dipulangkan.

Namun demikian, ia berharap masyarakat tetap melaksanakan upaya antisipasi dibantu upaya sosialisasi dan penanggulangan oleh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Lakukan Simulasi Pengamanan, Lanud Dhomber Siap Bantu Polri Amankan Pileg dan Pilpres 2019

Kepala BKN Pusat : Pendaftaran CPNS Kembali Dibuka Setelah Pemilu 2019

Menteri Agama Tanya Siapa Sosok Kau di Puisi Doa yang Ditukar Milik Fadli Zon, Ini Jawabannya

Di Provinsi Kalimantan Utara sebut Usman, belum ada daerah yang dinaikkan statusnya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD. Semua daerah di Kalimantan Utara berstatus siaga.

"Untuk Kabupaten Bulungan statusnya tetap siaga.Tetapi kita tetap lakukan penanganan sama seperti KLB karena ada yang meninggal dunia. Sama seperti di Tarakan dan Malinau," kata Usman dalam kegiatan 'Respons Kaltara', Kamis (7/2/2019).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kalimantan Utara sudah mengusulkan ke Kementerian Kesehatan agar kasus DBD di Kalimantan Utara dinaikkan statusnya jadi KLB.

"Tetapi Menkes tidak menetapkan Kalimantan Utara statusnya KLB. Akan tetapi perlakuan yang kami lakukan sama dengan KLB," kata Usman.

Menurur Usman untuk dapat ditetapkan status KLB, suatu wabah penyakit dilihat jenis kasusnya. Jika kasus itu belum pernah ada sebelumnya, dan sekarang ada, berhak untuk ditetapkan KLB.

Keriteria kedua, jika peningkatan kasus tersebut dua kali lipat dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Ketiga, peningkatan jumlah korban jiwa pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved