Tarif Kargo Udara Mahal, Pelaku Usaha Beralih Pengiriman Barang lewat Jalur Laut

Sejumlah pelaku usaha ekonomi kreatif waswas untuk mengembangkan bisnisnya pasca kenaikan tarif kargo penerbangan.

Tarif Kargo Udara Mahal, Pelaku Usaha Beralih Pengiriman Barang lewat Jalur Laut
Tribunkaltim/fachmi rachman
Kantor EMPU di Areal Terminal Kargo Bandara SAMS 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah pelaku usaha ekonomi kreatif waswas untuk mengembangkan bisnisnya pasca kenaikan tarif kargo penerbangan. Satu di antaranya, Martha Nalurita, pengusaha industri kreatif bidang fashion di Balikpapan 'Samantha Project'.

"Mau tidak mau, kenaikan kargo buat perubahan harga pasar saya," ujarnya di Warung Kopi Masih Kecil, Balikpapan Utara.

Dia pun memang belum bisa memastikan pengaruh dampak dari kenaikan kargo. "Belum keliatan apakah mempengaruhi konsumen saya, apakah menurun atau tidak," kata Atha, panggilan akrab Martha Nalurita.

Zinedine Zidane Masuk Daftar Calon Pengganti Maurizio Sarri di Chelsea

Atha menambahkan, kenaikan harga kargo memang sudah dirasakan tetapi belum terlihat secara signifikan pengaruh penurunan konsumen. "Sudah bisa dirasakan. Biasa minta mengirim bahan baku dari harga Rp 250 ribu sekarang jadi harga Rp 275 ribu," ujarnya.

Usaha industri kreatif Atha bergerak di bidang fashion yang merancang busana zaman trendi, bernuansa khas unik, konsep busananya spesial tiada ada yang lain.

Selama ini pasokan bahan baku produksinya masih mengandalkan dari luar Kota Balikpapan, tidak tersedia ada di Kaltim. Barang-barang masih banyak impor dari pulau Jawa. "Kain batik, kain lurik, masih saya ambil dari jawa. Disini belum ada. Mau tidak mau andalkan pengiriman barang dari luar," kata Atha.

Kenaikan Tarif Kargo Bebani Pengusaha, ALFI Minta Maskapai Tinjau Kembali Kenaikan SMU

Biasanya, Atha memilih jasa pengiriman barang ke perusahaan kargo yang murah meriah, yang mengandalkan jalur laut, sebab cara ini bisa dibilang bisa hemat meski harus berhari-hari barangnya bisa tiba di Kota Balikpapan.

"Kasihan itu barang sudah jadi, konsumen saya dari luar daerah minta kirim ke luar pakai kargo. Konsumen saya harus tanggung biaya pengiriman yang lumayan mahal, yang sudah naik," tuturnya.

Senada pelaku ekonomi kreatif lainnya, penjual barang kerajinan di Pasar Kebun Sayur Balikpapan Barat, Suhadi, sangat berharap, tidak ada lagi kenaikan harga kargo. Semakin membuat harga mahal, bisa mempengaruhi daya beli.

Khofifah - Emil Dardak Bakal Bakal Genjot Program Kerja Nawa Bhakti Satya pada 99 Hari Kerja

"Memang belum kelihatan seperti apa dampaknya tapi kalau harga mahal, konsumen yang belanja di Kebun Sayur mikir-mikir belanja banyak. Bawa barang kena bagasi mahal, kirim lewat kargo mahal juga," katanya. (ilo)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved