Setiap Pekan 10 Pasien Baru DBD Dirawat, RS Amalia Sempat Kebanjiran Pasien
Kasus DBD di Kota Bontang semakin besar. Saking banyaknya rumah sakit di Kota Bontang kewalahan untuk tangani pasien DBD ini seperti di RS Amalia.
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang, Kalimantan Timur mulai meningkat pada pekan ke-3 dan 4 awal tahun ini. Rumah sakit tipe D dipenuhi pasien DBD.
Salah satu rumah sakit tipe D, RS Amalia membenarkan pihaknya kebanjiran pasien demam berdarah pada di penghujung Januari dan memasuki Februari ini.
Bahkan, pasien sempat mendominasi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit swasta ini.
Ingatlah Tim Kampanye Rawan Dipidana, Bawaslu Semakin Perketat Dapil Rawan
Pelatih Borneo FC Terus Bangun Mental Pemenang
Pria yang Tusuk Anak Disabilitas Akhirnya Diamankan; Saat Ditangkap, Pelaku Kantongi Anak Ayam
“Iya memang dua pekan lalu pasien kami rata-rata kena DBD,” ujar Pengelola Program DBD RS Amalia, dr Ayun kepada Tribunkaltim.co saat ditemui, Senin (25/2/2019).
dr Ayun mengatakan pasien demam berdarah pada Januari lalu sebanyak 50 orang yang dirawat. Memasuki penghujung Februari ini jumlah pasien DBD alami sedikit bertambah.
Data di RS Amalia per Senin (25/2) sebanyak 53 orang.
Dari data sementara, rata-rata pasien baru DBD yang dirawat setiap pekannya sekitar 10 orang.
Menurut Ayun, tren peningkatan pasien DBD mencapai klimaksnya pekan lalu.
“Mungkin ada pertambahan, tapi tidak sebanyak dua pekan kemarin,” kata Ayun.
Dia mengatakan, para korban yang diterima kebanyakan masih dalam gejala awal DBD, yang penanganannya masih bisa dilakukan oleh rumah sakit tipe D.
Pun begitu, ada beberapa pasien yang langsung dirujuk ke RSUD Taman Husada karena sudah dalam kondisi kritis.
Salah satu ibu pasienbyang ditemui Tribunkaltim.co, mengatakan ia sudah menemani anaknya sejak 5 hari lalu.
Anaknya, Aulia (8) divonis positif DBD per hari ini, Senin (25/2). Warga RT 23, Kelurahan Berebas Tengah ini tak menampik, wilayahnya menjadi daerah langganan Dbd tiap tahun.
“Iya mas memang banyak dari Berebas Tengah,” ujar ibu yang enggan disebutkan namanya. ( )