Gelar Operasi Cipta Kondisi di Samarinda, Terapis Pijat Wanita Ini Justru Datangi Apartemen

Giat operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh jajaran Polsekta Sungai Pinang mendapatkan penolakan.

Gelar Operasi Cipta Kondisi di Samarinda, Terapis Pijat Wanita Ini Justru Datangi Apartemen
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Wanita berambut pirang saat dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian. Wanita itu merupakan seorang terapi pijat yang datang untuk memijat pelanggannya di apartemen, jalan AW Syahranie, Sabtu (16/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Giat operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh jajaran Polsekta Sungai Pinang mendapatkan penolakan.

Penolakan itu terjadi di apartemen yang terdapat di jalan AW Syahranie, Sabtu (16/3/2019) malam tadi.

Sasaran dari operasi cipta kondisi itu sendiri yakni antisipasi tindak kejahatan, serta penyakit masyarakat.

Tak Hanya Pantai, Empat Tempat Wisata di Samboja Ini Wajib Dijelajahi

Lepas Jalan Santai Millenial Road Safety di PPU, Ini Pesan Wabup Hamdam

KPU Balikpapan Gelar Lomba Mural Pemilu Fest 2019, STIE Madani Raih Juara Pertama

Namun, ketika personel Kepolisian bersama FKPM dan Sandi Bhayangkara sampai di apartemen tersebut, petugas mengalami kesulitan untuk memeriksa setiap kamar yang berpenghuni.

Disaat petugas sedang berupaya agar mendapatkan izin dari pengelola apartemen untuk melakukan pemeriksaan, tiba-tiba datang ojek online mengantar seorang wanita berambut pirang ke apartemen tersebut.

Anggota Kepolisian yang saat itu masih berada di receptionist langsung mengecek wanita tersebut, bahkan handphone (HP) wanita itu juga dilakukan pemeriksaan.

Terbukti, wanita tersebut bukanlah penghuni apartemen, melainkan seorang terapi pijat yang datang untuk memijat seseorang pria di apartemen tersebut.

Link Live Streaming Swiss Open 2019, Indonesia Tempatkan 2 Wakil di Final 

BREAKING NEWS - Stasiun Pengumpul Gas Milik PT Medco Terbakar, Seorang Pekerja Tewas & 1 Luka Bakar

Link Live Streaming Debat Cawapres, Tayang Malam Nanti Pukul 20.00 WIB

Wanita itu mengaku datang untuk memijat seseorang yang menghubunginya via telepon dengan tarif sekali pijat Rp 200 ribu.

Kendati demikian, petugas tetap tidak diperkenankan untuk melakukan pemeriksaan ke setiap kamar yang berpenghuni.

"Mau bagaimana lagi, kita tidak diizinkan untuk melakukan pemeriksaan, ya kita tinggalkan. Tetap kita harus koordinasi dengan pengelola apartemen," ucap Kapolsekta Sungai Pinang, Kompol Nono Rusmana, Minggu (17/3/2019).

"Kalau ada apa-apa di apartemen, bukan tanggung jawan kepolisian," sambungnya.

Ditanya terkait dengan adanya indikasi prostitusi di apartemen itu, dirinya mengaku belum dapat menjelaskan hal itu, karena pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan.

"Yang jelas kita ingin periksa apakah ada yang bukan pasangan suami istri, yang memiliki benda terlarang. Untuk indikasi itu saya belum bisa katakan," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved