Polemik Pabrik Semen
Mahasiswa Tolak Pabrik Semen di Kutim dan Berau, Ini Tanggapan Gubernur Kaltim
Tuntutan utama para demonstran yaitu menolak pabrik semen yang dibangun di Kabupaten Kutai Timur dan Berau.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor tak mempermasalahkan demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa di depan kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Senin (15/3/2019).
Tuntutan utama para demonstran yaitu menolak pabrik semen yang dibangun di Kabupaten Kutai Timur dan Berau.
Menurut Isran mahasiswa berhak menyampaikan aspirasi.
"Hal-hal yang menurut mereka benar, ya gak apa-apa. Gak apa-apa, kan investasi tetap diperlukan. Realisasinya ya secepatnya," kata Isran Noor.
Baca Juga:
Diberi Uang oleh Edy Rahmayadi di Bandara, Ustadz Abdul Somad: Saya Malu Mengambil Duit Itu
Setelah Penghentian Sementara Boeing 737 MAX 8, Ini Kabar Terbaru dari Lion Air
Berawal dari Gagasan BJ Habibie Tahun 1985, Ini Perjalanan Panjang Megaproyek MRT di Jakarta
Resmi Berlabuh di Persib Bandung, Proses Naturalisasi Fabiano Beltrame Segera Rampung
Menurutnya aksi demonstrasi tersebut tak mempengaruhi rencana investasi yang dilakukan Hongshi Holdings untuk membangun pabrik semen di Kutai Timur.
Isran menilai pembangunan pabrik semen di Kutai Timur tidak di kawasan Karst.
"Itu kan mereka (pendemo) gak paham, katanya daerah yang kena karst. Bukan, karst itu adanya di Sandaran. Cuma ada gunung-gunung yang tempat sarang burung. Tapi burung-burungnya sudah gak ada lagi deh, sekarang burungnya dibikinkan gedung," ungkapnya.
Sebelumnya Hongshi Holdings tampak serius beronvestasi di Kutim. Apalagi Hongshi Holdings merupakan perusahaan transnasional besar di China dengan jumlah pegawai mencapai 13 ribu orang.