Advertorial

“Umurku Telah Tiada Jika JKN-KIS Tak Ada”

kalau tidak ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini mungkin saya sudah meninggal karena tidak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

“Umurku Telah Tiada Jika JKN-KIS Tak Ada”
HO - BPJS Kesehatan
Sungkowo (50), pria yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang masih mengenyam pendidikan taman kanak-kanak, kini tak dapat melakukan banyak aktivitas. 

BALIKPAPAN - Sungkowo (50), pria yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang masih mengenyam pendidikan taman kanak-kanak, kini tak dapat melakukan banyak aktivitas.

Tepat 2 tahun yang lalu, ia terkena serangan jantung saat ia bekerja sebagai tukang bangunan “Saat itu saya sedang mengerjakan pekerjaan atap rumah, tiba-tiba dada kiri sakit, rasanya seperti diperas. Alhamdulillah, saat itu saya masih diberi kekuatan sehingga tidak terjatuh,” ungkapnya awal bercerita.

Sempat setelah kejadian tersebut ia beristirahat di rumahnya, namun sore harinya kejadian yang sama terulang kembali.

“Sempat istirahat terlebih dahulu, namun ketika sore hari dada kiri saya terasa sakit lagi dan akhirnya saya dibawa keluarga ke UGD rumah sakit,” lanjutnya.

Saat ini, ia masih harus melakukan pemeriksaan rutin dan mengkonsumsi obat rutin dari dokter.

Seluruh biaya pengobatannya dijamin oleh BPJS Kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Saat ini, ia sekeluarga terdaftar menjadi Peserta Penerima Bantuan Iuran, yang iurannya dibayarkan rutin oleh Pemerintah.

“BPJS Kesehatan itu sangat bermanfaat bagi saya, kalau tidak ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) ini mungkin saya sudah meninggal karena tidak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

Apalagi dengan kondisi sekarang ini, saya belum bisa banyak beraktivitas, dan hanya istri saya sajalah yang menafkahi keluarga kami,” ujarnya sambil mengelus punggung istri disampingnya.

Sementara Erna, istri Pak Sungkowo, memiliki rutinitas sebagai penjual makanan di sekitar rumah tinggalnya.

Selain itu, ia juga bekerja di rumah tetangga yang memiliki usaha kerupuk. Inilah cara yang ia lakukan untuk menafkahi keluarganya saat ini.

“Saat ini saya yang membantu bapak. Dulu bapak, sekarang giliran saya yang mencari penghasilan untuk keluarga kami.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh petugas di rumah sakit karena selama ini saya yang mengantarkan bapak untuk berobat dan pelayanan yang diberikan sangat baik, mulai dari bagian administrasi sampai dengan suster dan dokter yang melayani,” ucap Erna.

Sungkowo mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. “Terima kasih saya ucapkan untuk pemerintah yang sudah membayarkan iuran JKN-KIS keluarga saya dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah menyelenggarakan program JKN-KIS ini.

Kartu ini sungguh bermanfaat sekali untuk saya dan keluarga karena dengan kartu ini, saya dan keluarga tidak perlu khawatir untuk biaya pengobatan jikalau kami terserang sakit,” ucapnya sembari menunjukkan kartunya.***

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved