Pendeta Perempuan Muda Diduga Diperkosa Lalu Dibunuh, Satu Pelajar Selamat

Pendeta perempuan muda, Melinda Zidemi (MZ) ditemukan tewas di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19, Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Sumsel

Tribun Sumsel
Korban Melinda semasa hidup 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang calon pendeta perempuan muda, Melinda Zidemi (MZ) ditemukan tewas di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19, Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, Senin (25/3/2019).

Polisi menduga MZ diperkosa sebelum kemudian dibunuh.

Terkait dengan tewasnya MZ berikut  rangkuman peristiwa mulai dari kronologi hingga terungkap korban sedang persiapkan pernikahan.

1. Polisi Beberkan Kronologi

Calon pendeta MZ ditemukan tewas di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19 Dusun Sungai Baugn, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (25/3/2019). 

Penemuan itu setelah warga sekitar lebih dulu menemukan NP (9) seorang pelajar yang berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Korban Melinda semasa hidup
Korban Melinda semasa hidup (TribunSumsel)

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, dari keterangan NP yang berhasil selamat dari insiden tersebut, mereka sebelumnya berangkat dari Divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam menuju ke Pasar Jeti.

Pada Senin (25/3/2019) pukul 17.00 WIB, kedua korban pulang menuju camp di Divisi 4.

Namun, di tengah jalan, tepatnya di Divisi 3, mereka dihadang oleh dua orang menggunakan batang kayu balok.

"Kemudian korban berhenti, lalu korban dihampiri oleh dua orang diduga pelaku dengan ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 cm menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah," kata Supriadi, saat dikonfirmasi dikutip dari Kompas.com. 

Seminggu Asam Uratnya Kambuh, Ahmad Dhani tak Bisa Jalan, Ini yang Diminta Kuasa Hukum

VIDEO Cuplikan Gol Alvaro Morata di Kualifkasi Piala Eropa 2020, Akhiri Puasa Gol dari November 2017

Kedua korban lalu diseret oleh para pelaku ke dalam areal kebun sawit.

Di sana mereka dicekik serta tangan diikat dengan ban dalam motor hingga akhirnya korban NP pingsan dan dibuang di semak-semak areal perkebunan sawit.

2. Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Supriadi mengatakan, diduga calon pendeta Melindawati Zidoni (24), yang dibunuh di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sempat diperkosa pelaku.

"Korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka. Dugaannya sempat diperkosa, tapi akan diperiksa lagi," kata Supriadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (26/3/2019) seperti dikutip dari Kompas.com. 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi (Tribun Sumsel/ M Ardiansyah)

Supriadi mengatakan, kedua tangan korban juga diikat pelaku dengan ban dalam motor.

Dalam kondisi tidak bisa melawan, pelaku diduga memperkosa korban dan mencekiknya hingga tewas.

"Korban atas nama Nita Pernawan (9) pingsan setelah dicekik oleh pelaku, tapi selamat setelah ditemukan warga. Kedua korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi masing-masing," ujarnya.

Jokowi Mulai Sibuk Kampanye, Wapres Jusuf Kalla Jamin Pemerintahan Berjalan Normal

Sophie Turner Bakal Menikah dengan Joe Jonas, Begini Pengakuan Mengejutkan Bintang Game of Thrones

3. Persiapkan Pernikahan

Rencana Melinda vikaris atau calon pendeta untuk menikah pada Juni 2019 mendatang terpaksa kandas setelah ia ditemukan tewas di areal perkebunan sawit Sungai Baung, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Arisman Manai yang juga vikaris di Gereja GKII mengatakan, Melinda sedang menjalani ikatan dinas sebagai vikaris di Sungai Baung selama dua tahun.

Ia pun mengaku, Melinda sempat ingin meminta izin pada bulan Juni mendatang untuk melangsungkan pernikahan bersama tunangannya di Nias Selatan, Sumatera Utara.

"Baru enam bulan bertugas di sini. Memang dia bilang bulan enam mau menikah dengan tunangannya di Nias," kata Arisman saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019) dikutip dari WartaKota.

Dilanjutkan Arisman, lokasi tempat korban ditemukan memang terbilang sepi dan jauh dari Gereja sekitar empat kilometer.

Selama ini, Melinda memang sering berbelanja ke pasar mengajak muridnya di gereja.

"NP itu muridnya di gereja, memang sering di pasar. Waktu ditemukan tangan dan kakinya diikat semua, punggung korban luka lecet seperti diseret," ujarnya.

Sementara itu, Anugrah Gaurifa (25) yang merupakan keluarga Melinda juga membenarkan jika korban dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan.

"Iya memang mau menikah sama tunangannya. Melinda sudah lima tahun di Palembang kuliah di sini. Kalau tugas baru enam bulan," kata Anugrah.

12 Tahun Tak Pulang & Dianggap Sudah Meninggal, Mendadak TKW Asal Kupang Muncul Bawa Uang dan Emas

Sering Kirim Foto Bugil ke Kekasih, Akhir Cinta Kisah Segitiga Ini Berakhir Tragis

Menurutnya, selama enam bulan dinas di Gereja GKII Sungai Baung, korban selalu datang ke rumah saudaranya di Lorong Tanjung RT 24 RW 04, Sukabangun Palembang.

"Kalau libur suka main ke rumah, selama kuliah juga begitu. Kami baru dapat kabar pagi tadi,"

Akun media sosial Melinda Zidoni kini dibanjiiri ucapan bela sungkawa atas peristiwa keji ini. Begitu juga akun Facebook tunanga Melinda Zidoni, Feniaro Halawa.

Tangis Keluarga Pecah

Tangis keluarga pendeta cantik Melindawati Zidemi pecah saat mendatangi rumah sakit Bhayangkara, Selasa (26/3/2019).

Sambil menangis tersedu-sedu, Yanti, adik kandung korban langsung memeluk erat keluarganya sesaat setelah dia tiba di depan Ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara.

Tidak hanya pihak keluarga yang menangis haru. Tetangga dan jemaat gereja yang sama dengan korban juga ikut larut dalam suasana kesedihan.

Tangis keluarga almarhumah Melindawati Zidemi di depan rumah sakit Bhayangkara, Selasa (26/3/2019).
Tangis keluarga almarhumah Melindawati Zidemi di depan rumah sakit Bhayangkara, Selasa (26/3/2019). (SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM)

Diana (30), kerabat korban di Sungai Baung mengaku sangat tidak menyangka bila Melindawati akan mengalami nasib nahas yang berujung maut.

"Karena jam 5 sore dia (Melindawati) sempat mampir ke rumah saya. Saya sempat mengingatkan dia supaya cepat pulang. Hari sudah sore, belum lagi hujan deras. Saya bilang bahaya kalau lama-lama di luar," ujarnya.

Diana mengungkapkan saat itu, Melindawati baru pulang dari pasar bersama Nita Pernawan (9) anak jemaat di satu gereja yang sama dengan korban.

 "Saat itu nggak ada sama keluhan dia (Melindawati) soal dikejar atau diikuti orang lain, biasa saja. Dia juga nurut dan bilang langsung mau pulang," ucapnya.

Baru sekitar pukul 22.00 WIB, Diana mendengar kabar Melindawati hilang.

"Anak itu bilang, tante aku diculik," ujarnya.

Pihak kerabat langsung panik dan segera melakukan pencarian untuk menemukan korban.

"Kemudian jenazahnya kami temukan sekitar 4 kilometer dari mess dia disana," ujarnya.

(Tribunnews.com/Daryono)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved