Polpres PPU Ungkap 5 Kasus Narkoba, Tersangka Mengaku Modus Bisnis dengan Jual ke Pengecer

Polres Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengungkap lima kasus narkoba jenis sabu dengan lima tersangka.

Polpres PPU Ungkap 5 Kasus Narkoba, Tersangka Mengaku Modus Bisnis dengan Jual ke Pengecer
Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi
Kapolres AKBP Sabil Umar saat menunjukkan barang bukti narkoba 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Polres Penajam Paser Utara (PPU) berhasil mengungkap lima kasus narkoba jenis sabu dengan lima tersangka.

Sementara barang bukti yang diamankan bervariasi mulai 0,29 gram sampai 14,96 gram.

Mereka yang berhasil diamankan adalah Yatno, 49, yang merupakan karyawan swasta warga RT 18 Desa Labangka Kecamatan Babulu dengan 0,29 gram sabu, kemudian Muhammad Ronal warga RT 03 Nipah-nipah dengan tujuh poket dengan berat 8,45 gram.

Polres PPU Ungkap Kasus Pencurian, Sepeda Motor Curian Dijual Rp 1 hingga Rp 1,8 Juta

6 Rekomendasi Restoran Kepiting Terkenal Enak yang Wajib Dikunjungi saat Singgah di Kota Balikpapan

Distribusi Logistik Pemilu di Malinau, Lewati Kabupaten Tetangga Pakai Long Boat Selama 12 Jam

Selain itu, polisi Juga menangkap Samsul Willy qarga RT 07 Nenang dengan 0,33 gram, dan Riki Riyanto dengan barang bukti 2,85 gram dan barang bukti terbanyak diamankan dari tersangka Darwis dengan 14,96 gram.

Kapolres AKBP Sabil Umar saat menggelar jumpa pers, Selasa (9/4/2019) mengatakan bahwa penangkapan Darwis ini dilakukan setelah dilaksanakan pengembangkan karena sebelumnya telah mengamankan Kiki.

"Begitu juga penangkapan Ronal juga dari pengembangkan kasus Yatno yang sebelumnya telah ditangkap dalam kasus narkoba.

Di rumah Ronal kami temukan barang bukti berupa narkoba dan timbangan," jelasnya.

CPNS 2019 Rencananya Buka Juni, Ini Daftar Instansi Paling Banyak/Sedikit Dilamar di 2018

Jelang Pemilu, ASN Diminta Tetap Menjaga Netralitas

Cuitan Direktur Persib Bandung Dibalas Bobotoh dengan Seruan Lopicic Out

Muhammad Ronal yang ditemui mengaku mendapat barang haram tersebut di Penajam dengan pembelian seharga Rp 7 juta.

Kemudian barang tersebut dijual kembali kepada sejumlah pengecer di Waru dengan harga Rp 8 juta.

"Jadi saya untung Rp 1 juta, " ujarnya.

Bahkan ia mengaku setiap minggu bisa mengantongi keuntungan Rp 1 juta dengan menjual narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa sudah setahun menjual barang haram ini.

Kapolres AKBP Sabil Umar saat menunjukkan barang bukti narkoba
Kapolres AKBP Sabil Umar saat menunjukkan barang bukti narkoba (Tribunkaltim.co/ Samir Paturusi)

Sementara Samsul Willy mengaku membeli sabu Rp 200 ribu untuk dikonsumsi sendiri. Ia mengatakan bahwa hanya sebagai pemakai dan bukan pengedar.

Para tersangka akan dikenakan pasal 117 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35/2009 dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved