Sempat Dikabarkan Hilang, Nelayan Berbas Pantai Selamat Mengapung dengan Jeriken Bocor Semalaman

Tim gabungan dipimpin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mulai menyisir perairan sejak pagi-pagi sekali.

Sempat Dikabarkan Hilang, Nelayan Berbas Pantai Selamat Mengapung dengan Jeriken Bocor Semalaman
Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan
Korban terjatuh dari kapal segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Darman berhasil selamat setelah mengapung di laut Lepas selama 14 jam lebih, botol air mineral dan jiriken menyelamatkan nyawanya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Warga Sulawesi Tengah berdomisili di Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan dikabarkan hilang saat memancing di perairan Bontang, Kamis (11/4/2019) malam.

Petugas yang menerima informasi ini langsung mencari korban hilang yang belakangan diketahui bernama Darman (20) warga jalan Diponegoro, RT 16, Kelurahan Berbas Pantai.

Tim gabungan dipimpin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mulai menyisir perairan sejak pagi-pagi sekali.

Berdasarkan laporan, korban terakhir dikabarkan hilang sekitar pukul 16.00 Wita di sekitar perairan RIG Senol masuk dalam wilayah Kutai Timur.

Curi Motor Jaksa di Balikpapan, Begini Nasib Gombal Sekarang

Transformasi Contact Center, BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Layanan Masyarakat 175

Chord Guitar Lagu Alan Walker Lily dari Album Different World 

Dari kronologi yang dihimpun di lapangan, Darman merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Celebes.

Darman bersama beberapa rekannya meninggalkan pesisir Bontang sekitar pukul 07.30 Wita, Kamis kemarin. Memasuki wilayah perairan dalam, cuaca angin kencang dam gelombang tinggi membuat laju perahu tak terkendali.

Tanpa disadari para rekannya, Darman tiba-tiba raib. Setelah menyadari rekannya hilang di kapal, para ABK yang lain mulai mencari Darman sekitar pukul 16.00 Wita sampai matahari terbenam.

“Setelah tiba di daratan para ABK tadi langsung melapor ke Pak RT 16, Sony kemudian pak RT melapor ke kami,” ujar Kepala BPBD, Ahmad Yani kepada wartawan saat ditemui.

Tim gabungan dibentuk segera mencari di lokasi hilangnya Darman. Beberapa jam menyusuri perairan tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sekitar 2,5 jam menyisir lokasi, dari kejauhan terlihat sinyal keberadaan makhluk hidup.

“Dia melambai-lambai dari kejauahan kami lihat seperti titik-titik hitam saja,” ujar koordinator rescue dari BPBD, Arisa kepada wartawan.

Berikut Empat Kandidat Pelatih Borneo FC, Ada Nama Mantan Pelatih Persib Bandung dan PSM Makassar

Update Kasus Mutilasi Guru Honorer - Pelaku Ditangkap, Bagian Tubuh Korban Ditemukan di Sungai

Divergent Tayang Hari Ini di Big Movies GTV, Berikut Sinopsis Film yang Dibintangi Shailene Woodley

Nasib baik masih memihak Darman, dari kejauhan petugas mendatangi korban yang mengapung dengan jiriken lubang serta botol air mineral yang terselip diantara lengan bajunya. Darman mengapun sekitar 14 jam di perairan, botol air mineral dan jiriken lubang menyelamatkan nyawanya semalaman mengapung.

“Ini botol dan jiriken ia dapatkan dari laut,” ujarnya.

Proses evakuasi korban terjatuh dari kapal
Proses evakuasi korban terjatuh dari kapal (Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan)

Belum diketahui pasti penyebab Darman terjatuh dari kapal yang ditumpangi. Namun, diduga guncangan ombak saat cuaca buruk menjadi sebab Darman terhempas dari kapalnya tanpa sepengetahuan rekan-rekan di KM Celebes.

Petugas segera mengevakuasi korban ke darat, petugas medis yang telah berjaga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi tubuh Darman lemah, cairan tubuhnya terkuras semalaman. Bahkan, saat diangkat ke kapal Darman terus menegak air mineral berkali-kali. (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved