Advertorial

Tak Lagi Kehilangan Harta Karena JKN-KIS

Istrinya Martini (54) sudah menjalani tindakan cuci darah selama 6 bulan demi menjaga kondisi kesehatannya.

Tak Lagi Kehilangan Harta Karena JKN-KIS
HO - BPJS Kesehatan
Jahuri (68), seorang suami yang setia menemani istrinya yang sedang menjalankan cuci darah di salah satu RSUD di Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Penajam Paser Utara - Jahuri (68), seorang suami yang setia menemani istrinya yang sedang menjalankan cuci darah di salah satu RSUD di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Istrinya Martini (54) sudah menjalani tindakan cuci darah selama 6 bulan demi menjaga kondisi kesehatannya.

Dalam kesehariannya, bertani menjadi tugas utamanya. Selain itu, ia masih dipercaya untuk menjadi pemimpin dalam kegiatan keagamaan di desanya,

tetapi kesibukannya tak menghalanginya untuk menemani istrinya berobat.

Dengan Aplikasi Mobile JKN, Berikut Kemudahan Layanan yang Didapat Peserta BPJS Kesehatan

Tak Hanya Gratiskan Biaya BPJS Kesehatan, Pemkab PPU jura Gratiskan Seragam 6.596 Siswa

Pelayanan BPJS Kesehatan Samarinda Tak Berhenti Meski Dua RS Ini Masih Urus Akreditasi

“Tiap seminggu 2 kali, istri saya diharuskan untuk melakukan cuci darah di rumah sakit ini. Kalau bicara soal jarak, rumah saya ke rumah sakit ini cukup jauh,

tapi hal itu tidak masalah karena Alhamdulillah biaya pengobatan istri saya ini ditanggung oleh JKN-KIS. Jika tidak ada JKN-KIS mungkin saya akan kehabisan harta lagi, persis seperti waktu dulu,” ujar Jahuri disaat menemani istrinya.

Ia menceritakan, dulu sebelum adanya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),

sempat ia mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk operasi di kaki istrinya. Biaya tersebut cukup menguras seluruh tabungannya.

Namun ia menjelaskan bahwa kali ini tak akan lagi kehilangan harta karena jaminan kesehatan istrinya dan dirinya sudah di tanggung oleh JKN-KIS.

Ia pun berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah menjaminkan biaya kesehatan warganya ke dalam program JKN-KIS “Tiap bulan saya bayar 51rb untuk saya dan istri saya,

tapi perbulan kemarin iurannya sudah dibayarkan oleh pemerintah daerah jadi Alhamdulillah saya tidak perlu lagi memikirkan pembayaran iurannya lagi,” ujarnya.

Sejauh ini, ia merasakan kualitas layanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang sangat memuaskan. Perawatnya ramah-ramah begitu juga para dokternya.

“Disini dokter dan perawatnya ramah-ramah, suka ngasih semangat juga,” lanjutnya.
Ia pun berharap program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tetap terus berjalan.

“Kalau sudah begini kan bukan tambah susah tapi tambah enak, jaminan kesehatan sudah dijaminkan oleh pemerintah daerah melalui JKN-KIS, sekarang tugas kita bersama untuk menjaga program ini agar tetap ada terus,” harapannya.

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved