Virus Corona
Penjelasan IDI soal Pesan Berantai di WA, ATM Tempat Tertinggi Penularan Virus Corona, Cara Amannya
Penjelasan IDI terkait pesan berantai yang viral di WhatsApp, mesin ATM jadi tempat tertinggi penularan vrius Corona, cara amannya
Penulis: Aro | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO - Penjelasan IDI terkait pesan berantai yang viral di WhatsApp, mesin ATM jadi tempat tertinggi penularan vrius Corona, cara amannya
Melalui WhatsApp beredar pesan berantai hingga menjadi viral mengenai bahayanya mesin ATM.
Dalam pesan tersebut disebutkan mesin ATM adalah tempat tertinggi tingkat penularan virus Corona, begini penjelasan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) dan cara aman menggunakan ATM.
Benarkah isi dari pesan berantai tersebut yang menyebutkan mesih ATM menjadi tempat dengan tingkat penularan tertinggi virus Corona?
IDI memberikan penjelasan lengkap mengenai hal ini.
Selain itu, IDI juga memberikan tips cara aman untuk menggunakan mesin ATM di saat pandemi covid-19 ini.
• Di Indonesia, Angka Kematian Akibat Positif Virus Corona Tergolong Tinggi, Ini Faktor Penyebabnya
• Balita Tewas Setelah Minum Disinfektan, Begini Awal Mula Kejadiannya, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
• Walikota Balikpapan Bakal Terapkan PSBB Untuk Cegah Wabah Covid-19, Konsultasi Dulu ke Daerah Lain
Dalam Pesan yang beredar di WhatsApp menyebutkan, 70 persen infeksi berasal dari mesin Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ).
Secara lengkap, berikut ini narasi yang disebarkan dalam pesan tersebut:
Sekilas Info Aja Ya...Kalo Mau Ambil Uang Di ATM .
Pake Sarung Tangan Yang Bahan Dari Plastik Atau Karet ....
Dikarenakan Penyakit Covid 19/Corona ... 70 % Terinfeksi Dari ATM... .
Tolong Sebarkan KeTeman2 Yg Terdekat...
Sudah Terbukti Teman Dekat Saya Kena Dari ATM Sdh 13 Orang..."
Lantas benarkah ATM merupakan lokasi tertinggi dalam penularan covid-19?
Berikut ini penjelasan lengkap dari IDI:
Menurut laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, belum ada bukti ATM menjadi lokasi penularan dan penyebaran covid-19 tertinggi.