Mengenang Mulyana Kusumah, Mengingat Perjuangan Melawan Penindasan

MENGENANG Mulyana Wira Kusumah (65) adalah mengingat perjuangan melawan penindasan

Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP), Mulyana juga memberi sokongan moral yang luar biasa. Meski tidak ikut dalam struktur kepengurusan, tetapi ia memberi kebebasan kepada Bara JP untuk mengadakan rapat rutin di kantornya.

Ia tak pernah lelah membagi ilmu, gemar berbagi analisis politik terkini kepada para pengurus Bara JP, juga banyak memberi masukan dalam membangun portal berita www.baranew.co.

Hingga akhir hayat, Mulyana masih tetap berusaha berjuang untuk memperjelas 15 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang belum jelas. Di suatu hari Sabtu awal November, ia mengundang sejumlah aktivis untuk berdiskusi, apa yang harus dilakukan atas 15 juta DPT bermasalah.

Diskusi diadakan di kantor Sakti, Jl Percetakan Negara VB/15. Diskusi yang berlangsung dari sore hingga malam, sepakat, pembahasan dilanjutkan esok harinya, yaitu hari Minggu. Pada hari itu, kondisi Mulyana sudah lemah.

Lanjutan diskusi hari Minggu, sesaat setelah diskusi selesai, ia pamitan karena merasa belum fit. Sesampai di rumah, kondisinya bertambah buruk, sehingga malam itu juga ia dirawat di RS Siloam.

Ketika saya berkunjung ke Siloam, Mulyana masih menyempatkan diri mencari tahu perkembangan gugatan Memorandum of Understanding (MoU) antara KPU dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), yang diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dimana berkas gugatan disusun oleh Mulyana.

Sekembali dari perawatan di Siloam, suatu hari ia menulis mengirim SMS kepada saya: "Selamat siang Sihol. Saya sudah pulang, observasi dilanjutkan sembari berobat jalan. Saya tentu saja memanfaatkan kebebasan untuk beraktivitas kembali."

SMS itu tak segera saya balas. Saya berpikir, baru sakit lalu langsung beraktivitas yang bisa hingga begadang-begadang, akan menjadi siksaan bagi kesehatan Mas Mul.

"Mas, selamat sembuh. Namun lagu dangdut Bedagang Jangan Begadang, agaknya semakin menarik didendangkan," begitu balasan saya.

Mas Mul tak membalas ulang. Dua hari kemudian, saya mendengar kabar, Mas Mul kembali dirawat, kali ini di RS Dharmais. SMS tadi itulah sms terakhir yang saya terima dari Mulyana W Kusuma.

Mulyana adalah guru banyak orang, senior, mentor, sahabat semua kalangan. Selamat jalan Mas Mul. (sihol manullang)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved