Kamis, 11 Juni 2026

Kisah Manusia Perahu

588 Manusia Perahu Takut Pulang ke Malaysia Expand Messages

Ketakutan sama polisi disana. Mereka bilang suka dipukuli. Dan, mereka mengakui, katanya lebih enak tinggal di perairan Indonesia,untuk mencari makan

Tayang:

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Mukmin Faisyal HP mengungkapkan, sulitnya memulangkan manusia perahu asal Malaysia. Kata dia, ada beberapa kendala dan alasan manusia perahu yang berasal dari Malaysia masih dalam proses pemulangan masih dibahas oleh pemerintah pusat (Indonesia) dan pemerintah Malaysia.

"Kami (Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau) disuruh menangani dulu oleh pemerintah pusat. Sambil memproses pemulangan ke negaranya di Malaysia," ucap Mukmin, usai menyerahkan bantuan makanan ringan berupa, 300 dus mie instan, 3000 ikan sarden, 500 botol kecap manis, 500 botol saus dan 500 bungkus minyak goreng, Minggu (28/12/2014). (Klik disini TOPIK MANUSIA PERAHU)

Jumlah manusia perahu asal Malaysia tercatat sebanyak 588 orang. Mereka masih dalam penampungan di Lapangan Bulalung, Tanjung Batu, Derawan, Kabupaten Berau. "Manusia perahu dari Malaysia, tidak diakui sebagai warganya oleh pemerintahnya. Katanya, tidak tercatat data-data manusia perahu itu. Mereka kembali ke daratan hanya sesekali saja. Tetapi pemerintah pusat berusaha dan masih komunikasi dengan kedutaan Malaysia," ungkap Mukmin, alasan sulitnya pemulangan manusia perahu.

Alasan lainnya, lanjut dia, manusia perahu itu mengaku ketakutan jika kembali ke Negeri Jiran itu. "Ketakutan sama polisi disana. Mereka bilang suka dipukuli. Dan, mereka mengakui, katanya lebih enak tinggal di perairan Indonesia, untuk mencari makan saja," pungkas Mukmin. (*)

Ikuti perkembangan berita lainnya dengan like Facebook TRIBUNKALTIM.CO dan follow @tribunkaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved