Jumat, 10 April 2026

Transportasi

Firly, Pengusaha Muda Balikpapan yang Sukses Kelola Travel Kangoroo

Banyak hal yang menginspirasi orang sehingga menjadi sukses. Satu di antaranya Muhammad Umry Hasfirdauzy, Direktur PT Kangaroo Lintas Nusantara.

Penulis: Siti Zubaidah |

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Banyak hal yang menginspirasi orang sehingga menjadi sukses. Satu di antaranya  Muhammad Umry Hasfirdauzy, Direktur PT Kangaroo Lintas  Nusantara (KLN). Pria 32 tahun kelahiran Balikpapan ini secara khusus menceritakan kiat suksesnya.

Firly sapaan akrab Muhammad Umry Hasfirdauzy jauh sebelum sukses mengelola jasa travel eksekutif jurusan Balikpapan-Samarinda, tahun 2003 pernah bekerja di travel milik kakaknya. Saat itu, travel melayani pembelian tiket dan antar jemput Balikpapan-Samarinda.  

"Tahun 2002-2003 masih sulit transportasi kelas eksekutif tujuan Samarinda-Balikpapan. Kami membeli satu mobil mikrobus sederhana. Hotel MJ Samarinda menjadi terminalnya dengan tujuan Bandara setiap hari. Sayangnya bisnis travel tidak berkembang, karena pengelolaannya konvensional," ujar Firly.

Setelah travel tutup, Firly bekerja di Balikpapan. Karena tinggal di Samarinda, terpaksa dia harus pulang pergi seminggu sekali Samarinda-Balikpapan menggunakan jasa mobil travel. Saat itu Firly terpaksa menggunakan jasa travel gelap atau mobil carteran.

"Selama itu naik travel gelap, saya tidak pernah menemukan pelayanan enak, tidak ada kepastian harga, jadwal sering berubah, cenderung negosiasi, sehingga banyak sekali kendala yang saya lihat," jelasnya. (BACA: Disbudpar Kaltim Latih 26 Tenaga Travel di Balikpapan)

Kalau harga kita negosiasi, mau cepat berangkatnya bayar carteran, sehingga kadang-kadang berangkat dengan hati tidak enak. Sedangkan kalau bayar murah Rp 60.000 duduknya kejepit semua, akhirnya kesemutan sampai Samarinda.

"Dari situ muncul ide saya kenapa di daerah yang cukup maju ini tidak ada transportasi yang mengakomodir masyarakat Kaltim dengan baik. Kenapa tidak ada transportasi yang bisa dinikmati masyarakat dengan daya belinya. Saat itu modal tidak cukup, jadi masih hanya diangan-angan," tuturnya.

Beruntung Firly bertemu teman yang satu visi di Jakarta yang punya modal. Akhirnya tahun 2009 Firly memulai usaha travel Kangoroo di Jakarta. Tapi tidak berjalan lama, dan usaha dipindahkan ke Balikpapan.  Bermodal 5 unit mobil,  Firly  merintis usaha travel Kangoroo melayani penumpang Balikpapan-Samarinda.

Palayanan travel Kangoroo dikemas seperti melayani penumpang pesawat. Tempat duduk yang nyaman, fasilitas mobil yang serba lengkap seperti layaknya naik pesawat. Penumpang pun merasa dihargai baik saat membeli tiket, menunggu armada hingga ketepatan waktu keberangkatan.

"Ternyata impian saya tercapai. Inilah bukti nyata bahwa saya membangun daerah kelahiran saya, dan  masyarakat merasakannya. Karyawan pun ikut sejahtera, " kata Firly. Saat ini Kangoroo sudah merekrut 300 karyawan, dan memiliki 50 unit  armada.

Amanah, Komitmen, dan Konsisten
Pria  lulusan Universitas 17 Agustus Samarinda ini punya pengalaman bekerja  di PT Base, perusahaan yang sadar ISO mengurusi transportasi limbah. "Di perusahaan itu saya mengurus regulasi terkait angkutan," katanya

Dalam kiat kesuksesannya Firly selalu memegang amanah, komitmen, dan konsisten.  "Bila kita ingin memberikan yang terbaik maka kita harus memberikan yang terbaik. Terbaik untuk internal karyawan, agar karyawan kita bisa memberikan yang terbaik untuk penumpang," ucapnya.

Menurut Firly, masing-masing karyawan punya SOP (standar operasional prosedur), jadi bagaimana dia bekerja dan berinteraksi dengan sistem, sehingga mereka mengerjakan dengan aturan. Kedua adalah lihat seragam.

"Saya ini masih percaya bahwa Kangaroo ini perusahaan shutle  bus paling baik se- Kalimantan. Saya selalu bilang ke karyawan, hargailah diri kalian, karena saya sudah menghargai kalian dengan penampilan rapi dan cantik,  sehingga harga diri kalian tidak jatuh di mata orang lain," ungkapnya.

Masih kata Firly,  kalau ingin dihargai seseorang hargai diri kalian. Kalau integrasi langsung dari karyawan dan konsumen, ia yakin orang lebih senang dilayani orang berpakaian rapi dan cantik, daripada orang sembarangan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved