Polisi Tembak 2 Pria Bersenjata di Lokasi Konferensi Kartun Nabi

Dua orang bersenjata tewas ditembak polisi setelah mereka lebih dulu mengeluarkan tembakan di luar lokasi acara.

Polisi Tembak 2 Pria Bersenjata di Lokasi Konferensi Kartun Nabi
BBC Indonesia
Polisi menutup lokasi konferensi setelah peristiwa penembakan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Insiden penembakan mewarnai acara konferensi tentang kartun Nabi Muhammad di pinggiran Kota Dallas, Ameriksa Serikat.

Dua pria bersenjata tewas ditembak polisi setelah mereka lebih dulu mengeluarkan tembakan di luar lokasi acara.

Seorang petugas keamanan terluka dalam peristiwa tersebut. Polisi telah menutup akses ke lokasi konferensi di Curtis Culwell Center di Garland dan mengatakan para peserta untuk tidak meninggalkan tempat.

Politisi Belanda yang anti-Islam, Geert Wilders hadir dalam konferensi tersebut. Wilders menulis kicauan pada akun Twitternya bahwa terjadi tembakan dan sekarang dia telah meninggalkan gedung dengan selamat, demikian seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Belum diketahui apakah tembakan tersebut berkaitan dengan konferensi. BACA juga: Mengaku Bosan, Lelaki Ini Berhenti Menggambar Karikatur Nabi

Salah satu saksi mata mengatakan kepada kantor berita Associated Press, telah mendengar 20 suara tembakan, yang tampaknya berasal dari sebuah mobil yang melewati tempat konferensi, kemudian dua orang ditembak.

Acara itu diselenggarakan oleh organisasi American Freedom Defense Initiative, yang berkampanye melawan pembangunan sebuah pusat kajian Islam di dekat lokasi World Trade Center di New York.

Pertemuan yang digelar pada Minggu (3/5/2015) waktu setempat itu menawarkan hadiah kartun Nabi Muhammad $10.000 atau senilai Rp 130 juta bagi para peserta.

Sebagian besar umat Islam menganggap kartun tersebut merupakan bentuk 'serangan' terhadap agama mereka.

Protes secara luas pernah terjadi pada 2006 lalu ketika koran Denmark Jyllands-Posten mempublikasikan kartun satir tentang Nabi Muhammad.

Pada Januari tahun ini, 12 orang tewas oleh pria Islam bersenjata yang menyerang majalah Prancis Charlie Hebdo. Majalah tersebut mempublikasikan kartun serupa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved