Risalah

Mengapa Punggung Jenazah Ini Kehitam-hitaman?

Menurut sepengetahuan orang-orang tersebut, Ali bin Husein bin Ali bin Abu Thalib adalah seorang ulama yang sangat rajin beribadah.

INTERNET
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Berbuat kebaikan itu tidak perlu ada yang tahu. Berbuatlah baik semampumu dengan ikhlas.

Seperti memberikan bantuan dengan tangan kanan tetapi tangan kiri tidak kepada siapa bantuan itu diberikan.

Seperti kisah yang dilansir bersamadakwah.co, ini sebagai contohnya. Sebuah kisah seorang dermawan bernama Ali Zainal Abidin.

Kala itu orang-orang itu terkejut. Ketika mereka memandikan jenazah Ali, sebab mereka menemukan punggungnya kehitam-hitaman. Mereka saling berpandangan keheranan dan bertanya. Mengapa punggung Ali menghitam? (Baca juga: Menikah dengan Kerabat Dekat Berbahaya, Mengapa? )

Salah seorang mengetahui jawabannya.

Orang tersebut mengatakan bahwa Ali sering memanggul tepung di punggungnya. "Mengapa dan kapan?," tanya kembali orang-orang tersebut. 

Menurut sepengetahuan orang-orang tersebut, Ali bin Husein bin Ali bin Abu Thalib adalah seorang ulama yang sangat rajin beribadah.

Ia hampir tak pernah melihatnya mengangkat-angkat tepung.

“Malam. Sewaktu kalian beristirahat dan orang-orang Madinah terlelap. Saat itulah Ali keluar dengan membawa tepung lalu diletakkannya di depan pintu orang yang membutuhkan. Ia kembali ke rumahnya, mengambil tepung berikutnya dan diberikan kepada orang miskin lainnya. Begitu kebiasaannya,” ujar orang yang tahu jawabannya itu. (Baca juga: Jangan Ucapkan Banyak Anak Banyak Rejeki Pada Pengantin Baru )

Orang-orang miskin Madinah memang merasakan adanya sedekah rahasia. Saat pagi-pagi buta ketika mereka hendak ke masjid untuk salat Subuh, di depan pintu mereka telah ada sekarung tepung.

Hal itu berlangsung bertahun-tahun tanpa ada yang tahu siapa sebenarnya orang baik hati yang memberikan bahan-bahan makanan itu secara sembunyi-sembunyi.

Apa yang diceritakan oleh orang tadi akhirnya dirasakan oleh penduduk Madinah. Sejak Ali Zainal Abidin wafat, tak ada lagi tepung atau bahan makanan di depan pintu rumah mereka.

Sedekah itu terhenti. “Ternyata orang baik hati selama ini adalah Ali,” simpul mereka. (Baca juga: Akibat Pergaulan Bebas, Bayi Kembar Ini Punya Ayah yang Berbeda )

Demikianlah contoh keteladanan dari Ali Zainal Abidin. Ia benar-benar mampu menjalankan nasehat Rasulullah untuk bersedekah secara rahasia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved