Perbaikan Jalan Belum Selesai, Dishub Minta Warga Bersabar Hadapi Kemacetan
Heru juga menjelaskan, faktor terjadinya kemacetan juga disebabkan karena jalanan pada sisi timur taman sedang dalam perbaikan.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kerap terjadi kemacetan di sekitar taman eks SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah melakukan langkah cepat dengan membuat rekayasa lalu lintas.
Namun demikian, karena rekayasa lalu lintas tersebut baru diterapkan pada Senin (8/6/2015) lalu, banyak warga yang masih belum terbiasa dengan sistem lalu lintas tersebut. Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya kemacetan.
"Hal ini sudah kami perkirakan sebelumnya bakal terjadi kemacetan, walaupun kami telah lakukan rekayasa lalu lintas untuk menanggulangi proses penyelesaian taman tersebut," ucap Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Heri Prabowo, Selasa (9/6/2015).
Heru juga menjelaskan, faktor terjadinya kemacetan juga disebabkan karena jalanan pada sisi timur taman tersebut atau tepat berada di depan kantor Catatan Sipil Samarinda sedang dalam perbaikan.
"Sesuai dengan informasi yang kami peroleh dari pihak kontraktor, jalanan di depan Capil ditutup sementara sampai tanggal 20 Juni, karena masih dalam pengecoran," terangnya.
Nantinya, dia memprediksi jika seluruh jalan telah selesai diperbaiki, macet yang kerap terjadi pun dinilai akan berkurang. Sebab, sesuai dengan rekayasa lalu lintas yang ada, median jalan pada Jl Basuki Rahmat telah dibongkar untuk semakin memudahkan pengendara dan menghindari penumpukan kendaraan di sisi jalan tersebut.
"Jadi seluruh jalanan akan berlaku satu arah saja, tidak ada lagi jalan yang dua arah," imbuhnya.
BACA juga: Urai Kemacetan, Dishub Jebol Median Jalan Basuki Rahmat
Dia menjelaskan, selama proses pengeocaran jalan berlangsung, kendaraan yang ingin menuju Jl Bhayangkara dari Jl Awang Long dapat melintasi Jl Basuki Rahmat lalu masuk ke taman, dan sebaliknya.
Kendaraan dari arah Jl Bhayangkara menuju Jl Awang Long dapat langsung masuk ke taman dan melintasi Jl Basuki Rahmat tanpa harus berputar arah di depan hotel Grand Sawit.
Sedangkan kendaraan yang ingin menuju Jl Bhayangkara dari arah Jl Basuki Rahmat agar dapat memutar kendaraan menuju Jl Agus Salim dan Jl Kusuma Bangsa.
Dishub pun tidak menganjurkan kendaraan untuk melintasi Jl Cempaka untuk menuju Jl Bhayangkara, karena akan menyebabkan kemacetan.
"Untuk sementara, sampai pengecoran jalan selesai, kami akan berlakukan rekayasa lalu lintas seperti ini. Memang akan terjadi crowded di Jl Basuki Rahmat, dengan kendaraan dari Jl Bhayangkara yang menuju Jl Awang Long. Di situ pasti akan terjadi penumpukan kendaraan," jelasnya.
BACA juga: Inilah Keluhan Warga Samarinda Karena Kemacetan
Dia pun meminta agar masyarakat dapat bersabar dan memahami kondisi tersebut, sampai seluruh jalan selesai perbaikan.
Nantinya, jika seluruh jalan sudah selesai dalam perbaikan, rekayasa tersebut akan kembali berubah dan kembali seperti sistem lalu lintas sebelumnya.
"Kalau sudah selesai perbaikan jalan, seluruh kendaraan tidak akan lagi dapat melintas di dua jalan yang sama namun dengan arah yang berebda, seluruhnya satu arah. Jadi, kendaraan bakal mengitari taman terlebih dahulu sebelum sampai pada jalan yang dituju," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/samarinda_macet-jalan-basuki-rahmat_20150609_155953.jpg)