Senin, 27 April 2026

Kisah Pilu Gadis Cilik Angeline

Jenazah Angeline Ditemukan Sudah Membusuk dan Ditutup Sampah

Kapolda Bali Irjen Pol Ronny Franky Sompie memastikan bahwa saat ditemukan, jenazah Angeline dalam kondisi membusuk.

KOMPAS.com/SRI LESTARI
Foto Angeline yang disebar 

TRIBUNKALTIM.CO, DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Ronny Franky Sompie memastikan bahwa saat ditemukan, jenazah Angeline dalam kondisi membusuk.

“Benar kondisinya sudah membusuk saat ditemukan. Ditemukan di bawah pohon pisang dan ditutup sampah," jelasnya, Rabu (10/6/2015).

Ia mengatakan bahwa saat ini jenazah sudah berada di RSUP Sanglah.

"Untuk memastikan kondisi jenazahnya kita tunggu dari dokter forensik termasuk nanti otopsinya," jelasnya.

Agus Tai Andamai (26) menjadi saksi kehidupan keseharian Angeline (8), bocah yang dilaporkan hilang saat bermain di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, Sabtu (16/5/2015) sekitar pukul 15.00 Wita.

Menurut Agus, Angeline adalah gadis yang tertutup dan sering dimarahi ibunya, Mg.

Baca: Angeline Ditemukan Tewas di Halaman Belakang Rumahnya

Menurut pria asal Waingapu, Sumba ini, setiap hari sepulang dari sekolah, Angeline hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja memberi makan ayam yang dipelihara oleh sang ibu. Bila tidak memberi makan ayam, menurut kesaksiannya, ibunya tak segan memarahinya.

"Pernah saya dengar ibunya mengumpat kepada dia. Ngomongnya begini, 'kalau tidak membantu kasih makan ayam, mending ia keluar dari rumah ini," ujar Agus di antara kandang ayam yang ada di rumah sang majikan, Senin (18/5/2015).

Kata-kata itu tak hanya dikatakan satu dua kali saja oleh wanita yang kemudian diketahui sebagai ibu angkat itu.

Pada dasarnya ia sudah berulangkali mendengar ibunya berkata kasar kepada Angeline.

"Banyak saya sudah sering mendengarnya. Kadang saya juga kasihan kepada anak itu," kata dia.

Lanjut Agus, biasanya seusai dimarahi ibunya, Angeline langsung keluar dan menuju ke kandang-kandang ayam yang memang memenuhi rumah berlantai dua ini. Selain ke kandang ayam, ia juga mengurung diri ke kamarnya.

Pernah suatu kali Angeline bercerita tentang kelakuan ibunya. Kala itu, ia melihat hidung anak yang masih duduk di kelas 2 B sebuah sekolah dasar di Sanur ini keluar darah. Saat itu juga korban bercerita bahwa dirinya baru saja dipukuli oleh sang ibu.

Agus juga menambahkan, saat menuju ke sekolah, Angeline harus berjalan kaki. Padahal, jarak sekolah dengan rumah tinggalnya cukup jauh.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved