Senin, 27 April 2026

Kisah Pilu Gadis Cilik Angeline

Rumah Ortu Agus Beratap Seng, Lantai Bambu, Dinding Batang Jagung

Rumah orangtua Agus berdiri di atas lahan kebun. Rumah panggung beratap seng, lantai dari batang bambu, dinding dari anyaman bambu dan batang jagung.

Pos Kupang/Alfons Nedabang
KELUARGA AGUS - Kandokang Madi (baju kuning, kedua kiri), ibunda Agustinus Tai, saat ditemui di kediamannya di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/6/2015). 

Selain bertani, Kandokang Madi juga berusaha membakar karang laut untuk menjadi kapur sirih, lalu menjualnya. Setiap hari Sabtu, dia menjual sayur mayur di Pasar Kapundung.

Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, Kandokang Madi menuturkan kepergian Agus ke Bali sepengetahuan dirinya. Kakak dan adiknya juga tahu. Menurut Hiwa, sejak ada di Bali, mereka sering komunikasi. Hal ini dibenarkan juga oleh Hiwa Hamandoru, kakak sulung Agus.

Baca juga: Fakta Terbaru, Agus Tai Dijanjikan Rp 2 Miliar Bunuh Angeline

Hiwa mengungkapkan, dia terakhir kali berkomunikasi menggunakan hand phone (HP) dengan Agus pada bulan Maret 2015. Saat itu, Agus memberi kabar dia sudah dapat kerja baru sebagai penjaga hewan (ayam dan anjing). Agus juga menginformasikan dia tinggal di rumah majikannya.

Kandokang Madi menuturkan, selama dua tahun bekerja di Bali, Agus dua kali mengirim uang untuk keluarga.

"Sudah dua kali kirim uang. Yang terakhir Rp 200 ribu," ujarnya setengah berbisik.

Ikhwal keberangkatan Agus ke Bali diceritrakan Mengi Pati yang saat itu bersama Kepala Desa Rambangaru, Umbu Terapatang mendampingi keluarga Agus.

Baca Juga: Angeline Ternyata Tak Warisi Harta Peninggalan Bule Ayah Angkatnya

Mantan camat Haharu ini menuturkan, Agus pergi ke Bali pertengahan tahun 2013. "Saya kenal orangtuanya. Saya kenal baik Agus. Dia sering ke rumah saya. Suatu ketika saya tanya, apakah mau kerja di Bali? Dia mau sehingga saya urus dia berangkat. Agus pergi bersama istri saya yang mau melihat anak saya di Bali," kata Mengi Pati.

Setibanya di Bali, Agus tinggal bersama anak Mengi Pati. Beberapa saat kemudian dia mendapat pekerjaan. Agus bekerja di perusahan ikan, bagian processing. Pekerjaan itu sesuai dengan bakat Agus karena selama di Rambangaru dia bekerja sebagai nelayan.

Dalam perjalanan, Agus memutuskan tinggal di kos. Entah bagaimana, dia juga berhenti bekerja dari perusahaan ikan. Dengan dibantu temannya, Agus mendapat pekerjaan di rumah Margriet Megawe.

"Ini informasi yang saya dapat dari anak saya di Bali. Sekarang kami kaget bukan main dia diberitakan terlibat kasus pembunuhan," ujar Mengi Pati. (Pos Kupang/Alfons Nedabang)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved