Selasa, 14 April 2026

Harga BBM

Mobil Tangki BBM Sebrangi Sungai Mahakam Naik Feri Tradisional

Pengiriman bahan bakar minyak (BBM), tidak hanya bermasalah ke Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUN KALTIM/DOMU D AMBARITA
Truk BBM diangkut dengan feri tradisional. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pengiriman bahan bakar minyak (BBM), tidak hanya bermasalah ke Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Pemasokan ke wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara pun kesulitan. Truk tangki pengangkut BBM terpaksa mengantre di pelabuhan penyeberangan akibat terbatasnya kapasitas feri penyeberangan dari pelabuhan tradisionil.

Mobil tangki BBM memang harus menyeberangi Sungai Mahakam naik feri tradisional, dari Tenggarong Seberang, setelah ruas Jalan Loa Janan - Tenggarong terputus, Rabu (15/7/2015).

Feri tradisional hanya mengangkut mobil tangki BBM ukuran 10 kiloliter setara kurang lebih 10 ton, sedangkan mobil tangki BBM ukuran 16 ton tidak dapat diseberangkan karena terbatasnya daya angkut feri.

Persoalan lain muncul, pemilik feri mematok tarif besar, Rp 350 ribu sekali penyeberangan. Feri kayu itu hanya menyeberangkan satu mobil tangki untuk sekali jalan, sedangkan biasanya, dapat mengangkut 4 mobil pribadi ukuran sedang.

Baca: Akibat Jalan Putus, Pasokan BBM pun Berkurang Lebih dari 50 Persen

Harga normal, sekali penyeberangan satu mobil keluarga, seperti Kijang, Avanza, Ertiga, Livina dan sejenis dipatok tarif Rp 20 ribu.Antrean mobil tangki BBM sering dijumpai di dermaga feri tradisional di Kelurahan Kampung Baru.

Pasokan pengiriman BBM ke Kukar dikurangi, dari sebelumnya menggunakan truk tangki volume 16 kiloliter menjadi 10 kiloliter.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kukar, Bustani mengatakan, mobil tangki BBM yang menyeberangi Sungai Mahakam naik feri tradisional harus dilakukan pada saat air sungai pasang.

Kondisi air pasang terjadi pada malam hari. Kondisi ini mengakibatkan mobil tangki BBM dari Balikpapan tidak dapat menyeberang setiap saat, sehingga mengantre di Dermaga Feri Tradisional Tenggarong Seberang.

"Meskipun ukuran mobil tangki BBM dikurangi, kuota atau jatah BBM untuk wilayah Kukar tidak ikut dikurangi," jelas Bustani.

Kukar mendapatkan kuota BBM sebanyak 107. 561 kiloliter untuk premium dan 47.714 kiloliter solar subsidi tiap tahun. Bustani mengaku prihatin terhadap kondisi warga Kutai Barat, dan Mahakam Hulu yang semua kebutuhan pokoknya dipasok dari Samarinda akibat akses jalan di Loa Janan putus.

Baca: Harga Premium di Kabupaten Ini Capai Rp 20 Ribu per Liter

Di bagian lain, Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Marsidik bakal memperketat kendaraan roda 4 dan roda 6 yang melintasi jalan alternatif, termasuk mobil pengangkut BBM.

Pasalnya, jalan tersebut melewati akses jalan perusahaan di mana terdapat aset berupa pembangkit listrik. Kabel pembangkit tertanam di tanah yang menjadi lalu-lalang kendaraan.

"Kami akan batasi kendaraan yang lewat dengan tonase maksimum 10 ton. Selain itu, jalan alternatif akan diprioritaskan untuk angkutan sembako dan BBM," ujar Marsidik.

Sedangkan mobil tangki Pertamina dengan tonase 16 ton sudah disiapkan Kapal LCT dari Jongkang ke Pal 7, Loa Kulu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved