Harga BBM
Harga Premium di Kabupaten Ini Capai Rp 20 Ribu per Liter
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan pengecer premium atau solar di pinggir jalan, kehabisan persediaan. Penjual pun sudah menaikkan harga.
Penulis: Febriawan |
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Warga Sendawar, ibukota Kabupaten Kutai Barat kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM).
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan pengecer premium atau solar di pinggir jalan, kehabisan persediaan. Penjual pun sudah menaikkan harga.
Di kawasan Kutai terjadi kelangkaan BBM terjadi dampak lanjutan terputusnya ruas jalan Loa Janan - Tenggarong.
"Kalau nggak berebut, saya tidak dapat bensin dan saya tidak bisa kerja," ucap Hiqing, seorang pengendara sepeda motor, saat berbincang dengan Tribunkaltim.co, usai berebut membeli premium, Kamis (23/7/2015).
Menurut warga Kampung Gleo, yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil di Pemerintah Kubar, sejak Rabu malam, dia telah mendatangi banyak pengecer guna mendapatkan premium untuk sepeda motor miliknya.
"Namun, baru tadi pagi, saya berhasil mendapatkannya," ujar Hiqing.
"Saya dari tadi malam loh, mencari bensin, di setiap rombong-rombong pengecer BBM tidak ada dijual, karena habis," kata Hiqing.
Baca: BBM Premium Langka, Pengecer pun Beralih ke Pertamax
Ia mengaku, terpaksa membeli eceran karena tidak mungkin antre berlama-lama di SPBU.
"Saya harus masuk kerja dan menjemput anak saya. Biarpun mahal, yang penting barangnya ada," kata Hiqing.
Alfian, pengecer bensin di Jalan Simpang Busur Barong Tongkok, mengaku terpaksa manaikkan harga BBM jenis premium yang semula hanya Rp 16 ribu per jeriken menjadi Rp 20 ribu per jeriken. Jeriken dimaksud Alfian adalah isi kurang dari 2 liter. Harga normal premium di SPBU Pertamina RP 7.300 per liter.
Menurut dia, selain sulit mendapatkan BBM jenis premium di SPBU, harga dari para pengetap memang sudah naik.
"Bensin yang saya jual, saya dapat dari orang yang mengetap, ia sudah menaikkan tarif terlebih dulu, dengan alasan sulit mendapatkan BBM. Mau tak mau saya juga harus naikkan harga, kalau tidak saya bisa rugi," ucapnya.
Alfian mengira hal ini tidak akan lama terjadi, sebab apabila distribusi BBM kembali normal, harga BBM di tingkat eceran akan kambali normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/spbu-kubar_20150724_110844.jpg)