Dekat Ibukota Provinsi, SMP Ini Hanya Miliki Dua Ruangan
Kondisi demikian membuat konsentrasi siswa saat belajar menjadi sedikit terganggu, lantaran berada di satu ruangan dan hanya disekat triplek.
“Tiap naik ketinting bayar Rp 3 ribu. Tapi ada juga ketinting bantuan pemerintah yang khusus untuk mengangkut anak sekolah. Tentu adik-adik kami di sini butuh SMA juga,” sebut Johan (24), alumni SMA Negeri 1 Tanjung Palas 2010 silam yang tinggal di Desa Teras Nawang.
Perlu diketahui, Teras Nawang merupakan sebuah desa di Kabupaten Bulungan yang berada di bawah wilayah administratif Kecamatan Tanjung Palas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan, diketahui jumlah penduduk desa Teras Nawang tahun 2013 mencapai 247 KK atau 969 jiwa.
Letak desa ini pun bisa dibilang tak terlalu sulit dijangkau, baik dari dari ibukota provinsi Kaltara, Tanjung Selor, maupun dari pusat Kecamatan Tanjung Palas.
Dengan modal 10 ribu rupiah menaiki ketinting dari dua daerah tersebut, kita sudah bisa sampai di bibir daratan Desa Teras Nawang setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit.
Posisi desa ini diapit oleh aliran sungai Kayan, seperti Pulau Samosir (Sumetera Utara) yang diapit danau Toba, hingga membentuk pulau sendiri.
Daratan utama desa ini, oleh masyarakat disebut dengan nama Tanjung Buyu. Hingga kini, belum ada akses jembatan penghubung langsung dari Teras Nawang selain menaiki ketinting atau transportasi air lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/smp-satu-atap-desa-teras-nawang_20150819_170522.jpg)