Selasa, 21 April 2026

Dekat Ibukota Provinsi, SMP Ini Hanya Miliki Dua Ruangan

Kondisi demikian membuat konsentrasi siswa saat belajar menjadi sedikit terganggu, lantaran berada di satu ruangan dan hanya disekat triplek.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Martinus, guru SMP Satu Atap Desa Teras Nawang Kecamatan Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan), memperlihatkan ruangan sekolah yang disekat agar menghasilkan dua kelas dalam satu ruangan. Satu ruangan lainnya juga disekat menjadi satu kelas dan ruang guru. 

“Tiap naik ketinting bayar Rp 3 ribu. Tapi ada juga ketinting bantuan pemerintah yang khusus untuk mengangkut anak sekolah. Tentu adik-adik kami di sini butuh SMA juga,” sebut Johan (24), alumni SMA Negeri 1 Tanjung Palas 2010 silam yang tinggal di Desa Teras Nawang.

Perlu diketahui, Teras Nawang merupakan sebuah desa di Kabupaten Bulungan yang berada di bawah wilayah administratif Kecamatan Tanjung Palas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan, diketahui jumlah penduduk desa Teras Nawang tahun 2013 mencapai 247 KK atau 969 jiwa.

Letak desa ini pun bisa dibilang tak terlalu sulit dijangkau, baik dari dari ibukota provinsi Kaltara, Tanjung Selor, maupun dari pusat Kecamatan Tanjung Palas.

Dengan modal 10 ribu rupiah menaiki ketinting dari dua daerah tersebut, kita sudah bisa sampai di bibir daratan Desa Teras Nawang setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit.

Posisi desa ini diapit oleh aliran sungai Kayan, seperti Pulau Samosir (Sumetera Utara) yang diapit danau Toba, hingga membentuk pulau sendiri.

Daratan utama desa ini, oleh masyarakat disebut dengan nama Tanjung Buyu. Hingga kini, belum ada akses jembatan penghubung langsung dari Teras Nawang selain menaiki ketinting atau transportasi air lainnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved