Selasa, 7 April 2026

Perampokan Modus Service AC

Komplotan Perampok Pura-pura Service AC Raup Rp 1,8 Miliar

Cukup cerdik dan lihai para pelaku dalam menjalankan aksinya, dilihat dari peralatan dan sistem merampok ia mereka lakukan, cukup rapi dan berpengalam

TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Polisi memamerkan barang bukti beserta tersangka perampokan yang telah beraksi sebanyak 12 kali di Samarinda, Selasa (25/8/2015) 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper Desmawangga

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jajaran Polresta Samarinda berhasil menangkap komplotan rampok spesialis rumah yang terbilang cukup handal dalam menjalankan aksinya.

Bahkan, para komplotan rampok ini bisa dibilang profesional, hal itu karena sejumlah peralatan dan perlengkapan dalam beraksi layaknya rampok yang berada di luar negeri, dengan strategi rampok yang diperhitungkan dengan matang. (baca juga: Nilai Dolar Naik, Aksi Perampokan Ikut Naik )

Hal itu diungkapkan oleh Kaporesta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro, dia menilai, tangkapan pihak kepolisian dalam hal ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda, bukan orang baru lagi dalam perampokan.

Polisi memamerkan barang bukti beserta tersangka perampokan yang telah beraksi sebanyak 12 kali di Samarinda, Selasa (25/8/2015)

"Cukup cerdik dan lihai para pelaku dalam menjalankan aksinya, dilihat dari peralatan dan sistem merampok ia mereka lakukan, cukup rapi dan berpengalaman," ucapnya, Selasa (25/8/2015).

Dari pengakuan tersangka, dalam menjalankan aksinya, selalu dilakukan pada pukul 09.00-17.00 wita, setelah itu komplotan itu tidak lagi menjalankan aksinya.(baca juga: Korban Perampokan Masih Trauma, Polisi Tunda Pemeriksaan ...)

Tersangka yang berjumlah 11 orang itu, baru berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian sebanyak 5 orang, dan sisanya masih dalam pengejaran kepolisian.

"Ada jam tertentu mereka beraksi, jamnya juga bertepatan dengan saat orang sedang bekerja dan kondisi rumah sepi, dalam beraksi mereka juga terbagi dalam dua shif yang terdiri dari 6 orang, lalu kelompok lainnya akan beraksi pada sasaran selanjutnya," urainya.

Selain itu, komplotan itu juga dilengkapi dengan HT (Handie Talkie) untuk berkomunikasi dengan rekannya dan tentu saja, seluruh pelaku dilengkapi dengan berbagai macam senjata tajam dan alat untuk membuka pintu maupun jendela. (baca juga: Staf Perusahaan Ikut Andil Perampokan Gaji Karyawan Rp 2 Miliar ...)

"Mereka pakai HT, jadi pelaku di dalam rumah dan luar yang gunakan HT, untuk terus berkoordinasi tentang situasi sekitar. Rumah kosong maupun berpenghuni sasaran mereka, dengan pengamatan yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum beraksi," tuturnya.

Polisi memamerkan barang bukti beserta tersangka perampokan yang telah beraksi sebanyak 12 kali di Samarinda, Selasa (25/8/2015)

Hingga saat ini, dari laporan yang warga yang merasa rumahnya kemalingan atau dirampok, terdapat delapan laporan, sedangkan dari pengakuan tersangka terdapat 12 lokasi rampokan di Samarinda yang telah disantroni oleh komplotan ini.

Modus komplotan tersebut dalam beraksi yakni, berpura-pura sebagai tukang perbaikan listrik dan tukang pembersih AC, namun jika target rumah tersebut sedang tidak berpenghuni, maka pelaku akan mencongkel jendela maupun pintu rumah. (baca juga: VIDEO – Aksi Perampokan Digagalkan Petugas Pemadam Kebakaran)

Lima tersangka yang berhasil diamankan yakni, Iwan Coleng yang bertugas sebagai otak perampokan, Rusman Hariyanto sebagai eksekutor, Rahmad sebagai eksekutor, Asran sebagai pengawas dan M Yahya sebagai pengawas.

Seluruh tersangka merupakan warga pendatang dari Sulawesi yang telah menetap di Samarinda selama kurang lebih 4 tahun.

Total material hasil jarahan komplotan tersebut mencapai Rp 1,8 miliar, jumlah tersebut belum termasuk dengan hasil rampokan yang telah dijual.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved