Liputan Khusus
Inilah Sejarah Pasar Malam Kota Tepian
Soalnya waktu itu rame, ada tong edan, orang-orang tua main catur, kartu, ada juga bola-bola.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Imran (42) warga setempat mengatakan tahun 1999 sampai 2003 pasar malam berlokasi di badan jalan. “Dulu masih sepi, jalanan ringroad ini masih setapak, becek, belum ada pembangunan, pasar malam sudah ada sepanjang 200 meter. dan adanya pasar malam sangat membantu warga kampung yang mau membeli kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. (*)
Saat ini pasar malam di Jalan Suryanata telah menyesuaikan diri dengan aneka pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Menurut Aliyane pasar malam berpindah-pindah tempatnya, mulai dari Jalan Suryanata, dan sekarang berlokasi di ringroad.
Ketika pasar malam tersebut beroperasi, menutup salah satu jalur ringroad yang lebarnya sekitar 5 meter.
“Sekarang ada 300an pedagang yang berjualan di pasar malam. karena banyak, jadi terbagi dua di Ringroad. Ada yang di ringroad arah Lok Bahu, satunya di Ring Road arah ke Sempaja. Sama aja mereka bukanya tiap malam minggu, dari dulu nggak pernah diubah jawalnya,” ungkap Aliyane yang juga warga asli setempat. (*)
*** UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lipsus_warga-lihat-baju-di-pasar-malam_20150914_103228.jpg)