Berita Eksklusif
Nafkahi Istri, Korban PHK Beralih jadi Penjual Balon di Pasar Malam
Herli, misalnya. Ia menekuni pekerjaan baru sebagai penjual balon di pasar malam di Kota Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur jadi jualan balon.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Cornel Dimas/Rudy Firmanto
TRIBUNKALTIM.CO - Dampak langsung memburuknya perekonomian nasional dan dunia semakin terasa langsung masyarakat bawah.
Para pegawai atau pekerja pada perusahaan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), ramai-ramai banting setir menjalankan kegiatan ekonomi baru.
Berdagang di pasar malam, menjual barang remeh-temeh seperti balon pun terpaksa ditekuni demi satu tujuan, yakni menghidupi keluarga.
Demikian pantauan Tribun Kaltim atas fenomena sosial baru yang terjadi di dua kota besar, Samarinda dan Balikpapan, yakni maraknya pasar tradisional dadakan usai hari kerja; pasar malam.
Beralih profesi dari sektor formal menjadi informal dilakukan karena tuntutan ekonomi. Apalagi sebagian pekerja yang terkena PHK sudah baya, senja, atau setidaknya melewati paruh baya.
BACA JUGA: Korban PHK juga Berpeluang Dapat 2 Hektar dari Program Transmigrasi
(TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN) - PASAR MALAM - Ibu Jasmine berbelanja di stand milik salah satu pedagang pasar malam yang berada di Kawasan Sepinggan, Balikpapan, Minggu (13/9/2015). Pasar malam di beberapa lokasi di Kaltim dan Kaltara merupakan salah satu bentuk usaha para karyawan yang terkena PHK.
Herli (55 tahun), misalnya. Ia menekuni pekerjaan baru sebagai penjual balon di pasar malam di Kota Samarinda, Ibu Kota Kalimantan Timur
Malam itu, saat ditemui Tribun Kaltim.co, Herli mengaku hanya meraup keuntungan sekitar 50 ribu rupiah. Ia mengeluh lantaran kondisi akhir-akhir ini sangat sulit mencari pembeli.
Herli memutuskan menggantungkan hidupnya pada aktivitas pasar malam sebagai pedagang balon. Meskipun penghasilannya tak menentu, pekerjaan ini ia tekuni sambil bersyukur atas kehidupannya.
BACA JUGA: Gawat, 125 Perusahaan Tambang Batu Bara Bangkrut, 5.000 Korban PHK
(TRIBUN KALTIM/RUDY FIRMANTO) - Beberapa pembeli sedang memilih aksesoris yang dijajakan pedagang di Pasar Malam Jalan Soekarno Hatta Kilometer 7, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (13/9/2015).
"Sekarang ini susah kita mau untung. Dollar naik, sementara pembeli di pasar malam sudah sedikit. Hari ini cuma dapat 50 ribu," ucap Herli, pedagang yang beralamat Jalan Pasundan Samarinda. Rupanya Herli mengikuti kondisi perekonomian global terhadap perekonomian nasional, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Sebelum bergelut dengan perekonomian pasar malam, ia bekerja di perusahaan tambang. Memang bukan kalangan manajer atau bos perusahaan. Herli hanya seorang moring kapal ponton pengangkut batubara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasar-malam3_20150914_125204.jpg)

