PDAM Tak Bisa Jamin Air Aman Dikonsumsi, Warga Terpaksa Beli Air Mineral
Pihaknya baru saja mengirimkan sampel air ke laboratorium di Balikpapan untuk memastikan higienitas air yang diproduksi IPA PDAM.
Menurut Iswahyudi, hasil uji laboratorium baru bisa disampaikan setelah pengujian selama tujuh hari. Meski demikian, pihaknya berusaha meminta Baristan segera menerbitkan hasil uji laboratorium agar BLH bisa mengambil tindakan. "Kalau tidak tahu penyebabnya apa, bagaimana kami mau melakukan tindakan," ujarnya.
Iswahyudi menambahkan, beberapa hari lalu, pihaknya turun ke lapangan mengambil sampel dan menelusuri kemungkinan penyebab matinya ribuan ikan mas di Sungai Segah. Menurutnya, fenomena ini terjadi setiap tahun. Hanya saja tahun ini lebih parah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian ribuan ikan tersebut, Iswahyudi mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, kematian ikan di sepanjang Sungai Segah disebabkan perubahan cuaca ekstrem.
Kepala DKP Berau Fuadi saat ditemui Tribunkaltim.co juga membenarkan, fenomena ribuan ikan mati pernah terjadi hampir setiap tahun. Hanya saja tahun ini lebih parah.
"Setiap tahun memang ada kasus kematian ikan di Sungai Segah, tapi tidak semasif seperti sekarang. Kami sedang menyelidiki penyebabnya dan masih menunggu hasil uji laboratorium," jelas Fuadi.
Siang kemarin tim DKP bersama-sama BPBD dibantu PT Berau Coal mengangkat bangkai-bangkai ikan yang mengapung di sungai. Ribuan ikan-ikan itu diangkut dengan speed boat dan dikubur di sebuah lahan kosong. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikan-mati-di-berau2_20151001_120605.jpg)