Kabut Asap

Tak Hanya Saat Ini, Wapres Sadar Dampak Kabut Asap Bersifat Jangka Panjang

Dampak kabut asap terhadap kesehatan warga bisa bersifat jangka panjang. Hal itu pun disadari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tak Hanya Saat Ini, Wapres Sadar Dampak Kabut Asap Bersifat Jangka Panjang
Dian Dewi Purnamasari/KOMPAS
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lahan milik warga di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (26/10). Dua bulan lebih, hutan dan lahan di provinsi ini masih terbakar dan menghasilkan asap pekat yang mengancam keselamatan makhluk hidup. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Dampak kabut asap terhadap kesehatan warga bisa bersifat jangka panjang. Hal itu pun disadari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Lantaran hal itu, Wapres menekankan agar bencana asap yang muncul akibat kebakaran lahan ini segera diselesaikan.

"Korban asap ini sebenarnya bukan hanya terjadi hari ini tetapi jangka panjang. Akibatnya kalau kita tidak selesaikan segera, asap yang dihirup itu bisa saja hari ini langsung orang sakit, tetapi bisa juga jangka panjang," kata Kalla di Masjid Istiqlal Jakarta selesai mengikuti shalat istisqa atau minta hujan, Minggu (1/11/2015).

Shalat minta hujan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah meminta pertolongan Yang Maha Kuasa dalam menghadapi bencana asap akibat pembakaran lahan. Shalat ini juga diikuti sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pendayagunaan Aparatuer Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Turut pula Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Musyawarah Nasional Surabaya Romahurmuzy, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin dalam shalat minta hujan ini.

Baca: Ini Bahayanya Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan

Wapres mengatakan, anak-anak yang terkena dampak asap cenderung berpotensi mengidap penyakit lainnya ketika dewasa. Oleh karena itu, pemerintah terus memaksimalkan upaya penanggulangan bencana, termasuk dengan melakukan evaluasi.

Selain upaya pemadaman titik api, pemerintah bakal melakukan restorasi atau perbaikan fungsi lahan gambut sebagai upaya jangka panjang.

"Karena ada asap itu yang terbesar datang dari lahan gambut atau hutan jangka panjang, maka sebabnya harus diselesaikan. Tadi antara lain penyelesaiannya kebakaran dan kedua restorasi kepada gambut itu secara nasional," sambung Kalla.

Menurut Kalla, rencana konferensi ini dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan.

"Dan, diatur oleh kehutanan karena harus kita punya kesepakatan nasional dulu, baru apa nanti ditanya dengan dukungan internasional karena butuh teknologi ini," ujar dia. (Icha Rastika)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved