Manajer Proyek Malu Bentang Flyover Roboh di Depan Wali Kota
Terjadi insiden saat pengangkatan bentang tengah jembatan layang (flyover) di Simpang Empat Air Hitam, Samarinda Ulu, Kamis (5/11/2015) malam.
Penulis: Doan E Pardede |
"Itu yang kita belum tahu. Tapi memang biasanya ada seperti itu (ada suara berderik)," katanya.
Rendy mengatakan, alat pengangkat sudah pernah dipakai untuk mengangkat beban seberat 240 ton di Kutai Barat. Dia juga meralat bahwa berat sebenarnya bentang beton hanya 230 ton (bukan 250 ton seperti yang diberitakan). "Molornya berapa lama, tergantung dari girdernya ini," katanya.
Minta Maaf
Proses pembangunan flyover terutama saat pengangkatan bentang tengah sebenarnya menjadi momen sangat berarti bagi kontraktor dan pekerjanya. Sejak sehari sebelum pengangkatan kata Rendy, digelar doa bersama. Bahkan sesaat sebelum pengangkatan pun doa bersama Walikota, Wakil Walikota dan sejumlah pejabat yang hadir.
"Kalau kami yang biasa itu kan Yasinan. Teman-teman kantor habis shalat Maghrib itu biasa Yasinan. Tambah lagi doa-doa di sana (saat pengangkatan)," katanya.
Untuk pemilihan hari, Rendy membantah ada intervensi, karena sudah sesuai tahapan. Seandainya ujicoba berhasil, maka Sabtu besok (hari ini) bentang sudah bisa langsung dipasangkan ke dudukan. Harus diakui, robohnya bentang tepat di hadapan Wali Kota dan ratusan warga merupakan peristiwa memalukan.
Apalagi kata dia, saat kejadian Wali Kota dan undangan berada sangat dekat dengannya. "Ya malu!," ujar Rendy.
Selain malu, saat kejadian dia juga sempat shock memikirkan biaya pengganti yang harus dikeluarkan, yakni sekitar Rp 2,2 miliar. "Selain malu, saya pucatnya ya itu, harus menanggung biaya pengganti juga," katanya.
Rendy beserta jajaran PT Wika menyampaikan permohonan maaf kepada Walikota dan juga warga Samarinda atas insiden tersebut.
"Tentu saya syok sekali atas kejadian itu, terlebih lagi saat itu pak Walikota dan jajaran pemkot datang melihat, ditambah warga Samarinda yang juga ingin melihat pemasangan bentang panjang tersebut. Saya mohon maaf kepada warga Samarinda dan Wali Kota atas insiden tersebut," tandasnya.
Kepala Bidang Bina Marga dan Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan Samarinda, Ahmad Husein mengatakan, tidak ada sanksi khusus untuk kontraktor akibat kejadian ini. Hanya saja semua penggantian bagian yang rusak tanggung jawab kontraktor. Untuk molornya waktu penyelesaian proyek, kontrak awal terkait waktu menurutnya akan di adendum kembali. "Sanksinya, ya mengganti itu," katanya. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/flyover-air-hitam_20151107_152823.jpg)
