Selasa, 28 April 2026

Seluruh Bandara di Indonesia Berstatus Waspada

Status keamanan bandar udara (bandara) diseluruh Indonesia dinaikan menjadi waspada.

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi. Seorang penumpang duduk di kursi rodanya sembari menunggu kejelasan nasib keberangkatan pesawat tujuan Surabaya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kamis (16/7/2015) lalu. 

Para penumpang baru diizinkan meninggalkan pesawat setelah 1,5 jam pesawat tersebut mendarat. Selain itu, para penumpang juga tidak diizinkan membawa bagasinya menyusul pemeriksaan lebih lanjut. Seorang penumpang menyebutkan pesawat diparkir di tempat yang agak jauh sebelum para penumpang dibawa ke terminal kedatangan. Sebelumnya, pesawat Turkish Airlines yang terbang dari New York ke Istanbul mendarat darurat di Kanada pada hari ini karena ancaman bom. Akan tetapi polisi tidak menemukan barang-barang yang berbahaya.

Penerbangan dengan kode SQ001 dilaporkan telah mendarat selamat kendati penumpang harus menunggu mengambil bagasi di Bandara Changi. Pihak maskapai menyampaikan kalau ancaman itu sudah dilaporkan kepada otoritas keamanan.
Seorang penumpang bermarga Hoe menyampaikan kepada surat kabar lokal Today, bahwa mereka ditahan di landasan selama sekitar 20 menit sebelum lokasi tujuan gerbang bandara diubah. "Kami kemudian diparkir di beberapa daerah terpencil dekat bandara, dan tidak ada informasi lebih lanjut diberikan, selain menunggu instruksi kontrol lalu lintas udara," kata Hoe.

Namun demikian, seluruh penumpang tetap tenang. "Saya rasa pilot dapat mengendalikan suasana dengan baik. Tidak ada satu orangpun yang panik di kabin pesawat. Padahal kami semua tidak tahu apa-apa. Semua orang mengira ini adalah delay yang normal saja sampai kemudian diumumkan sekitar pukul 1. 10. Semua orang masih tenang," kata penumpang yang menolak memberikan nama lengkapnya ini.

Menurutnya, seluruh staf airport sangat membantu para penumpang dengan menyediakan air minum dan snack. Sebelumnya pesawat Turkish Airlines dengan tujuan Turki dari New York, Amerika, dialihkan ke Halifax, Kanada, setelah diancam dibom. Kepolisian Kanada, Minggu (22/11) mengungkapkan, pesawat tersebut mendarat dengan selamat dan polisi menggeledahnya dengan anjing pelacak untuk mengendus bahan peledak.

"Penyelidikan tentang ancaman bom sedang dalam tahap awal," kata kepolisian setempat sambil menambahkan bahwa ancaman tersebut diterima pada pukul 10.50 Sabtu sore (21/11). (kompas.com/suara/Xinhua/ChannelNewsAsia)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim



Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved