Pilkada Kaltara
Lagi, Massa Cagub Jusuf SK-Marthen Demonstrasi Berjalan Kaki
Panas terik matahari yang menyengat menerangi daratan Tanjung Selor tak membuat gentar sejumlah massa pendukung pasangan Jusuf SK-Marthen Billa.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Panas terik matahari yang menyengat menerangi daratan Tanjung Selor tak membuat gentar sejumlah massa pendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jusuf Serang Kasim-Marthen Billa untuk melakukan unjuk rasa.
Massa tersebut berjalan kaki dari Jalan Sengkawit menuju kantor Bawaslu Kalimantan Utara (Kaltara) yang ada di Pasar Induk Tanjung Selor, tak jauh dari kediaman Calon Wakil Gubernur Marthen Billa, Rabu (16/12/2015).
Kedatangan mereka tidak lain menyampaikan aspirasi ke Bawaslu atas perolehan suara dari kubu mereka yang dalam kenduri demokrasi di tahun ini, kalah banyak dengan pesaingnya, Irianto Lambrie-Udin.
Kegiatan demonstrasi tersebut bukan yang pertama kalinya. Mungkin ini yang keempat kalinya, mobilisasi massa ke Bawaslu. Sebagai ciri khas, agar tidak ada provokasi dari pihak lain, massa yang turun ke jalan ini menggunakan kain merah yang diikat di kepalanya atau bagian lengannya.
Pantauan Tribunkaltim.co, massa mulai mendekat di pekarangan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sekitar pukul 11.11 Wita. Pergerakan massa terkendali, tidak sampai ada yang berbuat onar, apalagi anarkis, sebab aksinya dikawal Polres Bulungan.
Baca: Di Pedalaman, Jusuf-Marthin Kalah Tipis
Sebagai Orator Unjuk Rasa, Martinus Usat, menuturkan, kedatangan massa lebih untuk memantau kinerja Bawaslu atas terkait laporan kubunya beberapa hari lalu, yang menganggap ada kejanggalan.
“Kami sudah laporkan. Ada suara kami yang tidak disalurkan. Kami harap Bawaslu cepat beri keputusan atas kecurangan yang terjadi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tuntutan kubu Jusuf-Marthen mengenai adanya dugaan pelanggaran di Kota Tarakan yang berdasarkan temuan timnya ada 30 formulir C6 yang tidak tersalurkan serta praktik politik uang dan melibatkan aparatur sipil negara yang dilakukan oleh kubu lawannya.
Saat itu, Kepala Bawaslu Kaltara, Siti Nurhayati, menemui sejumlah pengunjuk rasa. Perempuan berjilbab ini menjelaskan kepada semua massa yang hadir, sebenarnya Bawaslu sedang memproses atas laporan-laporan yang telah disampaikan. “Lima hari ke depan kami akan keluarkan rekomendasi atas semua laporan yang ada,” ujarnya.
Baca: Tuding Kecurangan, Tim Jusuf-Marthin Walk Out
Kata dia, Bawaslu berkerja secara profesional, independen, tidak ada unsur kepentingan politik tertentu, sebab bila nanti Bawaslu dinilai menyimpang, tentu saja dirinya terancam akan dicopot menjadi ketua dan dikenakan sanksi. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/massa-jusuf-sk-marthin-billa_20151216_144409.jpg)
