Rabu, 15 April 2026

Layanan Dalam dan Luar Negeri

VIDEO - CBSC dan 221 Assist Siapkan Pesawat, Helikopter dan Ambulans Air

Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Surabaya bekerja sama dengan 221 Assist menyiapkan pesawat, helikopter, boat untuk ambulans bagi pasien.

CBSC
Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Surabaya melakukan terobosan baru bekerja sama dengan 221 Assist menyiapkan pesawat, helikopter, perahu boat untuk ambulans yang siap menjemput pasien dari dalam dan luar negeri. 

SAAT ini jarak bukan menjadi masalah bagi seorang pasien yang ingin mendapatkan perlayanan kesehatan yang lebih baik di luar daerah, dimanapun pasien tinggal. 221Assist sebuah lembaga jasa penyedia layanan ambulans udara yang siap menjemput dan mengantar pasien untuk berobat di rumah sakit dalam dan luar negeri.

Saat ini salah satu lembaga kesehatan yang melakukan kerja sama dengan penyedia jasa berkelas VVIP itu adalah Comprehensive Brain and Spine Centre (CBSC) Surabaya. Kerja sama antara CBSC dan 221 Assist, beberapa waktu lalu ketika menangan seorang pasien bernama Budi Harjo Daniel, 48, pasien dari Lombok.

gogle.com plus
221Assist memberikan jasa layanan anguta pasien mulai dari pesawat udara, helikopter, ambulans air ke semua wilayah di dalam maupun luar negeri.

Budi dari Lombok diangkut menggunakan pesawat jenis Fokker 50 sebagai ambulans udara dari 221Assist, pesawat langsung menuju Bandara Juanda Surabaya. Begitu roda pesawat menyentuh landasan, petugas handling malam itu, sudah siap langsung mendekat ke apron tempat pesawat akan berhenti.

Bersamaan dengan itu ambulans dari Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS) stand by langsung merapat. Ketika pesawat berhenti sempurna dan pintu dibuka, tampak seorang pasien di atas tandu diturunkan secara perlahan.

Hanya dalam hitungan menit, pasien yang masih lengkap memakai bantuan pernapasan yang didampingi oleh tenaga medis serta keluarga itu dimasukkan ke dalam ambulance RSBS. Dengan cepat ambulans yang memiliki fasilitas VIP itu melaju kencang membelah kemacaten kota Surabaya.

CBSC
Pasien dari Lombok diangkut menggunakan pesawat Fokker-50 sebagai pesawat ambulans menuju ke Bandara Surabaya.

Setiba di RSBS, pasien langsung diterima oleh dr. Gigih Pramono, SpBS yang sejak awal sudah melakukan komunikasi dengan 221Assist yang mengangkut pasien dari Lombok. Setelah dilakukan pemeriksaan medis serta serah terima pasien yang dilakukan dalam waktu cepat, pasien langsung dimasukkan ke ruang ICU untuk dilakukan tindakan.

Pasien Budi Harjo Daniel (48), penderita stroke dari Lombok yang dirujuk ke RSBS menggunakan jasa air ambulance service 221Assist yang bekerja sama dengan Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya.

Berkat kecepatan penanganan tersebut, kini kondisi kesehatan Budi mengalami kemajuan luar biasa. “Saya bersyukur, dengan penangan yang begitu cepat dan bagus kesehatan saya mengalami perkembangan yang luar biasa,” kata Budi Harjo Daniel dengan wajah bahagia ketika ditemui di kamar VIP RSBS.

foto CBSC
Budi Harjo Daniel langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit Bedah Surabaya (RSBS), mendapat penanganan doker ahli bedah saraf dan stroke dr Gigih Pramono, Sp.BS.

Menurut pengusaha otomotif tersebut, stroke yang menyerang dirinya terjadi saat dini hari. Begitu merasakan ada sesuatu yang tidak beres, seketika itu juga dia dibawa ke sebuah rumah sakit swasta di Lombok untuk mendapatkan perawatan.

Melihat kondisi fisiknya yang kurang baik, istrinya Ani Lindawati, mencari second opinion untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

“Atas saran kenalan seorang dokter yang ada di Semarang saya diminta untuk membawa ke dr. M. Sofyanto, SpBS, yang ada di Surabaya,” tambah Budi yang sebenarnya berencana untuk dirujuk ke Singapura, namun diurungkan.

Dr M. Sofyanto, Sp.BS dan dr. Gigih Pramono, Sp.BS merupakan tim ahli yang mengelola lembaga pusat pelayanan kesehatan otak dan saraf surabaya atau disebut dengan Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Surabaya.

FOTO CBSC
Inilah tim dokter ahli di Pusat Pelayanan Otak dan Saraf Lengkap Surabaya atau Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Surabaya. (Kiri ke kanan) dr M Sofyanto, Sp.BS; dr. Gigih Pramono, Sp.BS; dr Bambang Kusnadi Sp.S; dr Agus Anab, Sp.BS; dr. dr Nadjiullah Budi Setiawan, Sp.BS.

Menurut Ani Lindawati, jelas tidak memungkinkan jika suaminya dibawa dengan pesawat komersial ke Surabaya, mengingat tensi Budi mencapai lebih dari 230.

“Dari sini (Lombok-red), suami saya diangkut menggunakan jasa ambulans udara dari 221Assist. Saya merasa puas dengan dokter RSBS yang menangani dengan cepat dan tepat, sehingga kondisi suami saya cepat stabil,” kata Ani yang juga merasa puas dengan layanan 221Assist.

Tanpa Operasi
Doker Gigih Pramono, SpBS, menjelaskan selama proses evaluasi 2 x 24 tersebut memang diketahui bahwa salah satu pembuluh darah pasien di otak pecah. Namun ia tidak melakukan operasi sebab masih bisa ditangani tanpa proses pembedahan. Karena selain tingkat kesadarannya masih tinggi, gumpalan darahnya juga masih dalam batas toleransi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved