Liputan Khas
Tinggalkan Plastik, Bantu Kurangi Beban Bumi
BAHAYA limbah plastik bukan omong kosong. Telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik mendatangkan bahaya
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO - BAHAYA limbah plastik bukan omong kosong. Telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik mendatangkan bahaya termasuk potensi negatifnya dalam mendegradasi lingkungan.
Hal yang pasti adalah dampak negatif sampah plastik tidak sebesar fungsinya. Butuh waktu 1.000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.
Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin.
Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi.
BACA JUGA: Kantong Plastik Diberi Nama Sebelum Dibuang di Halte Sampah
Bagi lingkungan, kantong plastik juga mengakibatkan banjir, karena menyumbat saluran-saluran air dan tanggul sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah ini dibentangkan maka, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat!
Pemerintah Kota Balikpapan akan memberlakukan tas plastik berbayar mulai hari ini Minggu (21/2). Keputusan ini banyak diapresiasi oleh masyarakat Kota Balikpapan, seorang di antaranya adalah Natalie Septiani Subondo. Wanita cantik berwajah oriental ini menganggap dengan adanya konsep tas plastik berbayar akan mengurangi kebiasaan penggunaan tas plastik.
"Setuju kalau itu diberlakukan akan berdampak menurunya kebiasaan orang menggunakan tas plastik. Tas plastik dengan jumlah banyak di sekitar kita juga berdampak terhadap lingkungan," katanya.
Untuk itu dia selalu menyiapkan tas berbahan goni atau biasa disebut goody bag dengan bahan lainnya. Tas ini menurutnya bisa menampung barang belanjaan dengan jumlah banyak. Selain itu tas ini lebih kuat menampung belanjaan dari pada tas plastik.
Terkadang menggunakan goody bag juga memiliki kelemahan. Yang pertama menurutnya memang tidak efisien harus membawa tas kemanapun. Kemudian yang kedua menurut Natalie jika tas tersebut ketinggalan juga memakan waktu lama untuk mengambilnya kembali.
BACA JUGA: Eks Pasar Burung Mangkrak Disulap Jadi Rumah Daur Ulang Sampah
"Memang repot kalau pakai tas itu. Biasanya kalau tas itu ketinggalan saya hanya minta tas plastik secukupnya saja," ucapnya. Untuk itu dia memberi tips-tips agar tas plastik tidak menjadi sampah yang menumpuk.
So, jangan lupa selalu sediakan goody bag di kendaraan anda saat ingin berbelanja. Jika berbelanja keluar tidak membawa kendaraan lipat tas tersebut kemudian dibawa saat berbelanja.
Saat berbelanja gunakan seperlunya tas plastik yang akan dipakai. "Pakai seperlunya saja. Kalau bawa ransel lebih baik masukkan belanjaanya ke dalam tas ransel," ucap Natalie. Catat barang yang akan dibeli sebelum berangkat. Produk yang sering digunakan sehari-hari juga menggunakan plastik jika itu dilakukan akan mengurangi konsumsi plastik dengan jumlah signifikan.
Loka Siapkan Goodie Bag
PADA Minggu (21/2) Pemerintah Kota Balikpapan telah memberlakukan pembayaran tas plastik berbayar. Untuk itu hari ini seluruh swalayan di Indonesia telah melakukan sistem tersebut.
Loka, yang berada di Jl.MT. Haryonon Balikpapan telah menerapkan sistem tersebut. Menurut Store Manager Imam Sutrisno seluruh staf Loka Balikpapan telah melakukan sounding (sosialisasi) terhadap dampak negatif tas plastik jika dipakai terus menerus.
BACA JUGA: Halte Sampah, Sampahnya Bisa Diolah dan Dijual
"Kami sudah melakukan sounding ke para konsumen agar mau mengganti tas belanjaannya dari plastik ke goodie bag," kata Imam. Saat bertemu dengan Tribun sabtu (20/2) kemarin Imam mengatakan akan memberikan kotak karton kepada konsumen yang membawa barang belanjaanya.
Namun, Loka akan tetap memberikan tas plastik kepada pelanggan yang tak membawa tas dari rumah, dengan harga yang ditentukan oleh Pemkot Balikpapan."Kalau kresek tetap bayar besok (hari ini). Untuk harga per kresek sekitar Rp 1.000," kata Imam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/liputan-khas-plastik-kresek_20160221_182602.jpg)