Rabu, 22 April 2026

Tak Mampu Bangun Kakus, Aminah Buang Hajat Sembarangan

Alasannya beragam, yang pasti aktivitas ini sudah turun-temurun sejak dahulu.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Sebuah jamban milik warga Bulu Perindu yang berdiri di pinggir Sungai Buaya Tanjung Selor, Minggu (7/2/2016). Warga setempat masih buang air besar di sungai. 

“Saya juga tahu gaya hidup warga Bulu Perindu masih belum ramah lingkungan. Hidup di perkotaan tetapi kenapa masih buang air besar sembarangan. Kan sudah tidak cocok lagi,” ujarnya saat ditemui di Pasar Induk Tanjung Selor, Minggu (21/2/2016).

Gaya hidup yang seperti itu tegasnya bisa diubah apabila pemerintah dan warganya bersinergi menciptakan lingkungan yang ramah, indah dan bersih.

“Jangan ada lagi buang air besar sembarangan. Bisa merusak pemandangan ibu kota kita,” tuturnya.

Dahulu kala, kata Sudjati, sepanjang bantaran sungai daratan Tanjung Palas hampir sama dengan orang-orang di Bulu Perindu. Namun seiring berjalan, warganya mau sadar akan hidup bersih kini warga Tanjung Palas sudah tidak lagi buang air besar sembarangan.

Rencananya, akan ada dana dari pemerintah pusat Kementrian Pekerjaan Umum yang akan membangun 40 titik sanitasi, yang nanti diperuntukan bagi warga masyarakat, satu di antaranya di Bulu Perindu.

“Kami sambut baik. Tahun ini akan dibuat surat permohonannya ke pusat,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Bina Potensi Masyarakat Kalimantan Utara, Moch Anwar Prasetyo, menuturkan, langkah yang diambil pemerintah kabupaten tersebut adalah tepat. Dana sudah tersedia dari pusat, lagipula anggaran daerah sekarang ini juga mengalami defisit.

“Bagus ajukan ke pemerintah pusat,” katanya.

Dia menjelaskan, program pembanguna sanitasi itu biasa disebut Urban Sanitation Rural Infrastructure yang menyediakan satu instalasi pengelolaan limbah hajat untuk lingkungan rumah tangga.

“Satu Ipal bisa untuk 100 saluran rumah tangga,” ungkapnya.

Yang penting, tegasnya, Pemkab Bulungan bersama warga pembutuh sanitasi ada sinergi, kerja sama dan kesadaran bersama mewujudkan lingkungan yang bersih. Buang air besar sembarangan memberi dampak banyak negatif, satu di antaranya menimbulkan penyakit.

“Kami akan bantu memfasilitasi. Membuat proposal permohnan ke pemerintah pusat,” tutur Anwar. (*)

***

Seru, berinteraksi dengan 75 ribu netizen?

Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved